Rabu, 14 Maret 2018

Utang luar negeri Indonesia Rp4.800 triliun... Aman Kah ?

Utang luar negeri Indonesia Rp4.800 triliun 

Ada Lima hal yang perlu Anda ketahui

uang, rupiahHak atas foto
AFP
Image caption
Data Bank Indonesia pada Februari lalu memperlihatkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia 2017 naik 10,1% dibanding tahun sebelumnya.
Berbagai silang pendapat bermunculan setelah Bank Indonesia mengumumkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, tahun 2017, mencapai lebih Rp4.000 triliun.
Ada yang menyebut jumlah tersebut masih dalam batas aman, tetapi ada pula yang berkata tidak.
Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui terkait Utang Luar Negeri Indonesia.
Mengapa jumlahnya sangat banyak?
Pada data yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) Februari lalu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia 2017 silam mencapai US$352,2 miliar atau sekitar Rp4.849 triliun (kurs Rp13.769).
Jumlah itu naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada 2016, ULN Indonesia 'hanya' naik sebesar 3%.
Peningkatan ULN ini cukup drastis karena "sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif pemerintah lain", ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, dalam keterangan resminya.
sahamHak atas foto
AFP
Image caption
Mayoritas Utang Luar Negeri Indonesia tahun 2017 adalah dalam bentuk Surat Utang.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan bahwa untuk membangun infrastruktur di berbagai penjuru negeri pada 2015-2019, Indonesia membutuhkan anggaran sekitar Rp5.000 triliun.
"Biaya itu tidak bisa semuanya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau APBD, sehingga pemerintah mencari jalan lain, yaitu menarik investasi dari luar negeri dengan menerbitkan surat utang," ungkap Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.
pembangunanHak atas foto
AFP
Image caption
Presiden Joko Widodo menargetkan berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, jembatan, pelabuhan dan lain sebagainya.
Dalam lebih tiga tahun memimpin, pemerintahan Jokowi menyebut telah membangun di antaranya 2.623 km jalan aspal, sebagian besar di "Papua, perbatasan Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur"; lebih dari 560 km jalan tol; lebih 25.000 meter jembatan; sejumlah bandar udara; proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan Palembang, serta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
infrastrukturHak atas foto
AFP
Image caption
Pembangunan infrastruktur dikebut di berbagai daerah di tanah air.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance, INDEF, Enny Sri Hartati, kepada BBC Indonesia mengungkapkan besarnya kenaikan ULN 2017 dibandingkan 2016, karena dua tahun jelang akhir pemerintahan Jokowi-JK: "Pemerintah ingin mempercepat pembangunan. Selain itu, yang berutang (ke luar negeri) itu tidak hanya pemerintah, tetapi juga BUMN."
"Misalnya (lewat) pencatatan obligasi global, Komodo Bond di London oleh Wijaya Karya, yang juga bertujuan mengeluarkan surat utang untuk percepatan pembiayaan infrastruktur," kata Enny.
Aman atau tidak?
Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati, menyebut jumlah utang tersebut "pasti tidak aman" karena bunga dan cicilannya dibayar dengan "gali lubang, tutup lubang". Utang baru dianggap aman kalau pelunasannya "tidak mengganggu likuiditas".
uang koinHak atas foto
AFP
Image caption
Pakar ekonomi silang pendapat soal masih aman atau tidaknya jumlah utang luar negeri Indonesia.
Kondisi gali lubang tutup lubang ini muncul akibat rasio penerimaan pajak, yang merupakan salah satu sumber dana untuk membayar ULN, "juga turun". Realisasi penerimaan pajak Indonesia pada 2017 mencapai Rp1.151 triliun atau 'hanya' 89,7% dari target pada APBN-P 2017.
Enny mengungkapkan kondisi tersebut "akan dilihat pasar sebagai risiko fiskal, yang membuat pasar keuangan Indonesia jadi rapuh dan mudah sekali timbul kekhawatiran. Kalau dollar menguat, orang akan cepat khawatir akan terjadi aliran dana keluar."
utangHak atas foto
AFP
Image caption
Penerimaan pajak yang tidak mencapai target, dinilai seorang ekonom INDEF membuat tingkat ULN Indonesia menjadi tidak aman.
Ditambahkannya lagi, meskipun utang untuk pembangunan infrastruktur, tetapi "rasa percaya diri pasar, masih relatif stagnan.
Ini terlihat dari pertumbuhan investasi pada triwulan tiga dan empat tahun 2017, yang meskipun bertumbuh, tetapi hanya di sektor jasa, bukan ke sektor riil (pertanian, pertambangan, industri) yang lebih punya efek berganda pada kesejahteraan masyarakat."
Meskipun begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa kondisi utang Indonesia "masih aman", karena jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) masih berada di kisaran 34% dan menambahkan utang tidak boleh melebihi 60% dari PDB negara.
Sri MulyaniHak atas foto
AFP
Image caption
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, yakin tingkat ULN Indonesia masih dalam batas aman.
Namun, Enny tidak setuju dengan itu karena dia menganggap rasio utang terhadap PDB hanyalah salah satu indikator: "Tidak ada yang menjamin, rasio tingkat utang aman itu adalah di bawah 60%. Kita lihat Portugal, sebelum dinyatakan bangkrut, rasio utangnya juga dibilang aman-aman saja."
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, tidak sejalan dengan Enny.
Menurutnya ULN Indonesia masih dalam batas aman, karena 80% nya adalah dalam bentuk Surat Utang Negara "dengan tenor jatuh tempo jangka panjang, yaitu rata-rata delapan sampai 10 tahun".
uangHak atas foto
AFP
Image caption
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebut ULN Indonesia setimpal dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5%.
Dengan tenggat pembayaran yang tidak terburu-buru, pemerintah diyakini Josua akan bisa melunasi utang dan bunganya, lewat peningkatan produktivitas utang yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur: "Apalagi dengan utang kita itu, tahun lalu ekonomi Indonesia juga bisa tumbuh 5%."
Akankah membebankan 'anak-cucu'?
Besarnya angka ULN Indonesia membuat berbagai pihak berkomentar, seperti Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya), Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto.
Menurutnya, saat ini ULN Indonesia memprihatinkan, karena mencapai tujuh kali lipat dibandingkan zaman kepemimpinan ayahnya, Soeharto, pada masa Orde Baru, yang berkisar US$54 miliar atau sekitar Rp743 triliun.
kawatirHak atas foto
AFP
Image caption
Politisi Partai Berkarya, Tommy Soeharto mengaku khawatir dengan ULN Indonesia.
Komentar bahwa anak-cucu orang Indonesia akan ikut menanggung utang pun, kembali ramai terdengar dan Enny menilai reaksi tersebut wajar karena "pembayaran utang adalah dengan menggunakan pajak sehingga beban pajak nantinya tentu akan ditanggung oleh anak cucu kita."
Meskipun begitu, dia melihat penggunaan ULN untuk pembangunan infrastruktur akan membuat beban pajak itu tidak akan begitu terasa lagi oleh anak-cucu kita.
"Hasil berupa pembangunan dan banyaknya lapangan kerja membuat anak-cucu kita tak repot lagi mencari kerja. Sekalipun mereka harus bayar pajak, tidak masalah karena sumber pendapatan lebih besar dari beban pajaknya."
UtangHak atas foto
AFP
Image caption
Pada masa Presiden Soeharto, utang luar negeri Indonesia diperkirakan US$54 miliar atau sekitar Rp743 triliun.
Hal senada disampaikan Josua Pardede: "Beban utang ke masyarakat kita itu tak seburuk yang dibayangkan, karena utangnya diperuntukkan untuk kegiatan produktif membangun infrastruktur."
"Apalagi berbagai lembaga internasional sudah memproyeksi kita akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar nomor empat atau lima dunia. Jadi, utang ini akan sangat setimpal."
'Berpotensi akibatkan krisis ekonomi'
Meskipun begitu, kepada BBC Indonesia, ekonom Josua Pardede menekankan bahwa pemerintah tetap harus berhati-hati terhadap ULN swasta. Dari total Rp4.849 triliun ULN Indonesia, 49% adalah milik swasta.
"ULN swasta berpotensi menciptakan krisis (ekonomi), seperti yang terjadi pada 1997," tegas Josua.
krisis ekonomiHak atas foto
AFP
Image caption
Ekonom Josua Pardede mengkhawatirkan adanya potensi krisis ekonomi jika ULN swasta meningkat.
ULN swasta bisa 'berbahaya' karena tidak bisa dikontrol pemerintah. Pengelolaan dan pembayaran utang pokok dan bunganya, hanya bergantung pada perusahaan peminjam itu sendiri.
"Khususnya bagi perusahaan swasta dalam negeri yang tidak melakukan hedgingatau lindung nilai (sejenis penjaminan). Misalnya dia berutang dalam dollar, tetapi pendapatannya dalam rupiah, sehingga terjadi missmatch, kondisi inilah yang memicu krisis 1997/1998."
Bursa Efek IndonesiaHak atas foto
AFP
Image caption
ULN swasta dinilai seorang ekonom, bisa 'berbahaya' karena tidak bisa dikontrol pemerintah.
Josua mengungkapkan menjelang krisis 1997, banyak perusahaan swasta yang menarik ULN dalam jumlah besar. Namun, ketika terjadi krisis utang yang dipicu pelemahan mata uang Baht Thailand, Rupiah ikut melemah, sehingga banyak utang yang gagal bayar.
Kondisi inilah yang ditakutkannya terjadi lagi di Indonesia, jika ULN swasta terus membengkak.
sahamHak atas foto
AFP
Image caption
Peningkatan ULN swasta disebut sebagai buah perbaikan ekonomi.
Peningkatan ULN swasta ini adalah ironi dari perbaikan ekonomi. Pada saat ekonomi membaik, maka semakin banyak pula perusahaan yang ingin mengekspansi bisnisnya. Perusahaan memilih sumber dananya dari pinjaman luar negeri, karena "suku bunga di luar negeri lebih kompetitif, bahkan di Jepang (suku bunganya) masih negatif".
Seharusnya biayai infrastruktur dengan apa?
Josua Pardede menyebut ULN bisa ditekan dengan mencari sumber dana lain bagi pembiayaan infrastruktur. Salah satu pilihan yang dinilainya patut dipertimbangkan pemerintah adalah investasi swasta dalam negeri.
Suntik dana ke Go-Jek, Google 'dapat tingkatkan nama baik di mata pemerintah Indonesia'
Apa yang diceritakan Google Maps tentang kondisi ekonomi Anda?
Pembatasan masa jabatan dicabut, Xi Jinping 'akan menjadi presiden seumur hidup' di Cina
Menurutnya investasi swasta di sektor infrastruktur masih relatif rendah.
"Pertumbuhannya kurang dari 10%". Minimnya investasi swasta ini karena tingkat risiko proyek infrastruktur cukup tinggi dan kurang cepat 'menguntungkan' karena pembiayaannya dalam jangka panjang," jelas Josua.
MRTHak atas foto
AFP
Image caption
Investasi swasta dalam negeri diharapkan menjadi 'pengganti' ULN.
Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati, berpendapat sama, dengan menyebut pemerintah harus lebih selektif dalam memilih proyek yang didanai: "Misalnya, pemerintah fokus saja pada proyek yang sifatnya untuk kepentingan publik dan infrastruktur publik. Di luar itu biarkan swasta."
"Tol di Jawa misalnya, tidak perlu pakai APBN. Asalkan skemanya, formulasinya jelas, pasti akan laku seperti kacang goreng untuk digarap swasta. Pemerintah hanya jadi penjamin, karena sudah ada undang-undang pembebasan lahan untuk kepentingan publik. Jadi tidak perlu lagi mengeluarkan surat utang."
jalan tolHak atas foto
AFP
Image caption
Menurut Enny, proyek jalan tol di Jawa tidak perlu lagi dibiayai APBN.
Enny menambahkan, Indonesia 'seharusnya' meniru Cina, yang memberikan "karpet merah" penanganan proyek komersial, kepada investor swasta.
"Kalau kita terbalik, yang hajat hidup orang banyak, misalnya minyak dan gas, itu yang 50% kuasai swasta, bahkan asing pula. Sementara ada yang tidak hajat hidup orang banyak, kita (pemerintah) yang garap."
RupiahHak atas foto GETTY IMAGES

Sumber:


Rafki Hidayat
BBC Indonesia
13 Maret 2018



http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43373257

Minggu, 11 Maret 2018

Berlaga Pemilihan Presiden 2019. "No no no no,"

Kata Sandiaga Uno Jika Anies Baswedan Akhirnya Maju Capres 2019
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum mengikuti lomba adu cepat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum mengikuti lomba adu cepat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan patuh pada putusan partainya apabila akhirnya sang Gubernur Anies Baswedan berlaga dalam Pemilihan Presiden 2019.
"Saya di sini sebagai kader Gerindra selalu samina wa'atana, patuh sama putusan partai," ujar Sandiaga saat menghadiri deklarasi pencapresan Prabowo Subianto oleh DPD Gerindra DKI Jakarta di Lapangan Arcici, Jakarta Timur, Ahad, 11 Maret 2018.
Sandiaga akan mengikuti apapun keputusan yang diambil sang ketua umum setelah menyimak aspirasi dari seluruh DPD Partai Gerindra. "Kita tunggu nanti apa pertimbangan dari Pak Prabowo," ujar dia.Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra hari ini mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.
"Dengan rahmat Allah yang maha kuasa, Tuhan yang Maha Esa, dengan ini kami mencalonkan Bapak Haji Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masa bakti 2019-2024. Kepada DPP Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik.
Taufik mengatakan deklarasi itu dilakukan setelah memastikan dan menyerap aspirasi secara bersama yang berkembang di tengah masyarakat dan seluruh kader Partai Gerindra di Provinsi DKI Jakarta.
Namun, yang pasti, kata Sandiaga, masyarakat ingin Indonesia lebih baik ke depannya. Dan itu berawal dari DKI Jakarta yang tengah dipimpinnya bersama Anies.
"Bagi kader, kalau mau sukses mencalonkan dan memastikan pimpinan baru di Indonesia harus juga mensukseskan kerja Pak Anies dan Gerindra di DKI, karena nanti Indonesia melihat Jakarta," tutur dia.
Anies Baswedan memang belakangan disebut-sebut berpotensi untuk berlaga dalam Pilpres 2019. Dalam survei Indo Barometer yang dirilis belakangan, Anies Baswedan memiliki tingkat keterpilihan 12,1 persen, sedangkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi 49,9 persen. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan Anies berpeluang menjadi penantang kuat Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.
Tidak jauh berbeda, lembaga konsultan politik PolMark Indonesia melakukan simulasi penantang Jokowi dalam pilpres 2019 di luar Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Hasilnya, nama Anies Baswedan dan Jenderal Gatot Nurmantyo mampu meraih potensi elektabilitas di atas 50 persen.

Kamis, 08 Maret 2018

Kivlan: Gatot Lebih Kaya dari Prabowo





Kivlan Sebut Gatot Lebih Kaya dari Prabowo, Ini Faktanya


Jakarta - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen mendukung eks Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maju sebagai capres. Menurutnya, modal materi Gatot lebih banyak dari Prabowo Subianto, benarkah?
Ternyata, berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), kekayaan Prabowo Subianto jauh di atas Gatot. Berdasarkan data yang dilaporkan ketika maju dalam pemilihan presiden 2014, total kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,67 triliun dan USD 7,5 juta.
Prabowo juga memiliki harta bergerak lain sebanyak 127 jenis dengan nilai Rp 1.221.727.000, surat berharga Rp 1.526.182.000.011 dan USD 7.500.000. uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas lainnya Rp 20.496.657.361 (4 rekening) dan USD 3.134 (1 rekening). Namun dia juga memiliki utang sebesar Rp Rp 28.993.970.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini memiliki harta tidak bergerak berupa 4 bidang tanah senilai Rp 105.892.190.000, 8 unit alat transportasi senilai Rp 1.432.500.000, usaha peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai Rp 12.196.000.000, serta barang-barang seni dan antik yang dimilikinya senilai Rp 3.000.500.000.
Lalu bagaimana dengan harta kekayaan Gatot?
Berdasarkan data di laman Anti-Corruption Clearing House (ACCH) KPK, Gatot tercatat harta kekayaan Rp 13.704.369.535 dan USD 25.002. Gatot terakhir kali melaporkan kekayaannya ke LHKPN pada 30 September 2015. 


Foto Athaya Shop.

Foto Athaya Shop.
Minat ?
chat yaa inbox fb atau BBM 5D34A253
wa 081363563800..
happy shopping..
tq dear


Kekayaan Gatot berupa harta tidak bergerak senilai Rp 6.615.759.832. Harta tidak bergerak itu terdiri atas tanah dan bangunan di Jakarta Timur, Bogor. Tercatat pula kepemilikan tanah di Sukabumi seluas 5.720 m2, di Maluku Tengah (19.624 m2), serta tanah dan bangunan seluas 204 m2 dan 156 m2 di Jakarta Utara. 
Gatot juga memiliki Toyota Harrier, Toyotal Alphard yang total nilainya Rp 505.000.000, logam mulia Rp 46 juta, serta giro dan setara kas lainnya Rp 6.537.609.703. 
(van/nvl)

Sumber: 
https://news.detik.com/berita/d-3906434/kivlan-sebut-gatot-lebih-kaya-dari-prabowo-ini-faktanya
Kamis 08 Maret 2018, 22:56 WIB
Elza Astari Retaduari - detikNews


Gerindra: Logistik Kami Siap



Uang Prabowo Disebut Kalah dari Gatot, Gerindra: Logistik Kami Siap
Foto: Ahmad Riza Patria (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan partainya telah menyiapkan logistik untuk kembali mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Riza menegaskan Prabowo tidak memiliki masalah dengan modal logistik untuk kembali maju sebagai capres.
Hal ini diungkapkan Riza menanggapi pernyataan Mantan Kepala Staf Kostrad Majyen (Purn) Kivlan Zen, yang mengatakan modal logistik yang dimiliki eks Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk maju di Pilpres 2019 lebih banyak dari Prabowo.
"Nggak perlu ragu dengan persiapan logistik dari Partai Gerindra. Buktinya Partai Gerindra bisa menjadi pemenang ketiga nasional, bahkan surveinya sudah menang nomor urut 2 nasional, bahkan di beberapa daerah kita sudah rangking satu nasional dalam survei-survei," kata Riza kepada detikcom, Kamis (8/3/2018).
Riza enggan mengungkapkan berapa modal logistik yang disiapkan Prabowo untuk kembali maju di Pilpres. Menurutnya besar kecilnya nilai logistik untuk Pemilu dan Pilpres sangat relatif.
Riza juga menegaskan selama ini partainya tidak pernah masalah dengan logistik pemilu. Pihaknya pun telah optimistis dan siap lahir batin untuk kembali mencalonkan Prabowo di Pilpres 2019.
"Apalagi cuma unsur logistik, tidak ada masalah bagi Partai Gerindra untuk memenangkan Pileg dan Pilpres," tegasnya.
"Selama ini kan (Gerindra) bisa mengikuti memenuhi kebutuhan logistik, memenuhi kebutuhan kampanye, kebutuhan saksi-saksi, kan tidak pernah ada masalah, juga nggak ninggalin utang. Kami siap, kalau kami maju, tidak hanya dengan konsep perencanaannya, kita juga siap dengan logistiknya," ujarnya.
"Itu kan (logistik) tidak bisa dikalkulasi seberapa banyak begitu. Prinsipnya kita siap untuk memenuhi kebutuhan pemenangan partai dan pemenangan Pilpres," imbuhnya.

Foto Athaya Shop.
Minat ?
chat yaa inbox fb atau BBM 5D34A253 
wa 081363563800.. 
happy shopping..
tq dear

Wakil Ketua Komisi II DPR itu memandang persoalan Pilpres bukan hanya persoalan logistik saja. "Menangnya pemilu itu bukan pada banyak kecilnya duit, buktinya dulu Pilkada DKI Ahok kurang banyak apa, tapi kalah sama Anies yang nggak punya uang. Jadi kami nggak ada masalah dengan logistik, kami siap lah dengan semua konsekuensinya," pungkasnya. 
Riza juga mengatakan Prabowo telah memiliki modal elektabilitas yang jauh lebih tinggi dari Gatot untuk maju di Pilpres 2019. Berbeda dengan Prabowo, Gatot juga harus mencari partai lain agar diusung di Pilpres 2019.
"Justru kami selama ini nama yang beradar itu menurut survei itu kan cuma Pak Jokowi sama Pak Prabowo. Nama Pak Gatot itu masih jauh surveinya. Kami semua partai dari ormas, dari tingkat pusat sampai bawah itu menginginkan Pak Prabowo kembali maju sebagai capres bukan yang lain. Jadi kalau Pak Gatot ingin menjadi Capres ya mungkin melalui partai lain," ungkap Riza.(nvl/knv)
Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-3906621/uang-prabowo-disebut-kalah-dari-gatot-gerindra-logistik-kami-siap
Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat 09 Maret 2018, 07:30 WIB




Jakarta - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen mendukung eks Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maju sebagai capres. Menurutnya, modal materi Gatot lebih banyak dari Prabowo Subianto, benarkah?

Ternyata, berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), kekayaan Prabowo Subianto jauh di atas Gatot. Berdasarkan data yang dilaporkan ketika maju dalam pemilihan presiden 2014, total kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,67 triliun dan USD 7,5 juta.


Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini memiliki harta tidak bergerak berupa 4 bidang tanah senilai Rp 105.892.190.000, 8 unit alat transportasi senilai Rp 1.432.500.000, usaha peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai Rp 12.196.000.000, serta barang-barang seni dan antik yang dimilikinya senilai Rp 3.000.500.000.

Prabowo juga memiliki harta bergerak lain sebanyak 127 jenis dengan nilai Rp 1.221.727.000, surat berharga Rp 1.526.182.000.011 dan USD 7.500.000. uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas lainnya Rp 20.496.657.361 (4 rekening) dan USD 3.134 (1 rekening). Namun dia juga memiliki utang sebesar Rp Rp 28.993.970.


Lalu bagaimana dengan harta kekayaan Gatot?

Berdasarkan data di laman Anti-Corruption Clearing House (ACCH) KPK, Gatot tercatat harta kekayaan Rp 13.704.369.535 dan USD 25.002. Gatot terakhir kali melaporkan kekayaannya ke LHKPN pada 30 September 2015. 


Kekayaan Gatot berupa harta tidak bergerak senilai Rp 6.615.759.832. Harta tidak bergerak itu terdiri atas tanah dan bangunan di Jakarta Timur, Bogor. Tercatat pula kepemilikan tanah di Sukabumi seluas 5.720 m2, di Maluku Tengah (19.624 m2), serta tanah dan bangunan seluas 204 m2 dan 156 m2 di Jakarta Utara. 


Gatot juga memiliki Toyota Harrier, Toyotal Alphard yang total nilainya Rp 505.000.000, logam mulia Rp 46 juta, serta giro dan setara kas lainnya Rp 6.537.609.703. 
(van/nvl)

Senin, 05 Maret 2018

Berita Hoax Dipakai Untuk Gebuk Lawan Politik


image_title
  • ANTARA Foto/Rosa Panggabean
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.
VIVA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan, siapa pun orang yang menyebarkan berita hoax, baik itu pribadi atau kelompok dan sudah meresahkan, serta mengadu domba antarumat beragama harus ditindak tegas dan adil oleh aparat Kepolisian.
"Nah, masih adanya warga atau masyarakat yang cerewet atas tindakan yang dilakukan oleh Polri, karena selama ini yang disasar hanya itu-itu saja, terutama yang terorganisir seperti Muslim Cyber Army dan Saracen. Sedangkan yang lainnya hanya perorangan, karena yang terorganisir masih sedikit," ucapnya di Yogyakarta, Senin 5 Maret 2017.
Menurutnya, di tahun politik memang ada pihak yang sengaja membuat berita baik untuk kepentingan menaikkan popularitas calon tertentu dan menjatuhkan popularitas lawan politiknya. Namun, hoax itu juga dibuat karena sengaja membuat kekacauan dan mendapatkan keuntungan.
"Kuncinya satu, yaitu tindak secara tegas dan adil karena tindakan hoax tersebut bisa ditindak dengan UU ITE pasal 28 dan pasal 45 dengan ancaman enam tahun penjara, dan atau denda Rp1 miliar," ujarnya.
Guru Besar UII Yogyakarta itu juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa kelompok penyebar hoax tersebut belum tentu berasal dari garis keras, bahkan dari orang-orang biasa dan ada yang pendukung calon kepala daerah tertentu.
"Jadi, saat ini anggap saja penyebar hoax tersebut adalah kelompok pembuat kekacuan, jangan yang lainnya," terangnya.
Lebih jauh, Mahfud MD mengatakan bahwa menyebarkan berita hoax, terutama menggunakan media sosial merupakan suatu kejahatan yang dengan gampangnya ditelusuri oleh polisi dengan teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki.
"Jadi, kalau Polri tidak bisa menemukan sumber hoax itu berarti polisi tidak profesional," terangnya.
Sumber: 
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1013255-mahfud-md-berita-hoax-banyak-dipakai-gebuk-lawan-politik
Tim VIVA
Senin, 5 Maret 2018 | 17:52 WIB

Rabu, 28 Februari 2018

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamdan Rasyid menilai wajar apabila Arab Saudi melayangkan protes terhadap KBRI Riyadh atas aksi jamaah umrah asal Indonesia.
"Saya kira wajar karena harus menjaga kesucian di tempat suci, kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (28/2).
Salah satu pembimbing biro perjalanan Maktour Tour & Travel itu beranggapan, apabila aksi jamaah umrah Indonesia dibiarkan, tak ditutup kemungkinan jamaah dari berbagai negara melakukan hal yang sama. Menurut dia, hal itu justru membuat kacau kegiatan sai dan tawaf jamaah.
Hamdan mengimbau jamaah haji dan umrah beribadah sesuai ketentuan Rasulullah SAW. Ia menuturkan, sai dan tawaf adalah ibadah yang butuh kekhusukan.
Ia mengatakan, imbauan itu bukan karena tak boleh melantunkan lagu Ya Lal Wathan atau membaca Pancasila saat sai dan tawaf. Pun dalam buku panduan Departemen Agama, hanya ada anjuran doa-doa, tetapi tak wajib dibaca saat sai dan tawaf.
Namun, ada tempat masing-masing atau yang lebih pas melantunkan Ya Lal Wathan. Ia menyarankan aksi tersebut tak terulang kembali. Jangan diulang, memalukan, orang anggap kita tak tahu etika, kata Hamdan.
Sebelumnya, viral video jamaah umrah Indonesia membaca Pancasila dan menyanyikan lagu Ya Lal Wathan atau Syubbanul Wathan saat menjalankan sai dan tawaf. Aksi itu berdampak pada tindakan Arab Saudi melayangkan protes pada KBRI Riyadh.
Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan aksi tersebut berpotensi menganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi.
Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Umi Nur Fadillah