Berbagi informasi,
bersinergi
dalam pertemanan dan
persahabatan untuk....
kebaikan,kesejahteraan,kenyamanan dalam bersamaan
Kenapa Tidak, Kita Maju Bersama, Yes We Can
Kemenhub akan Investigasi Insiden Lion Air "Senggol Tiang"
Rabu 07 Nov 2018 22:44 WIB
Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ani Nursalikah
Kemenhub sudah menerima laporan awal dari Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menginvestigasi insiden penerbangan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT633 rute Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub M Pramintohadi Sukarno mengatakan investigasi akan dilakukan oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Inspektur Bandar Udara, dan Inspektur Navigasi Penerbangan.
“Investigasi dilakukan untuk melihat penyebab kejadian dan langkah tindak lanjut yang tepat,” kata Pramintohadi dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (7/11) malam.
Dia menjelaskan pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 ER registrasi PK-LGY dengan nomor penerbangan J 633 tersebut akan berangkat dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta di Banten sekitar pukul 18.20 WIB. Hanya saja insiden menyenggol tiang terjadi ketika akan menuju landasan pacu.
Pramintohadi memastikan Kemenhub sudah menerima laporan awal dari Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu bahwa sayap pesawat Lion Air JT 633 tersebut menyenggol tiang parking stand tiga yang berada di depan gedung VIP Bandara. “Sehingga sayap pesawat sebelah kiri mengalami kerusakan,” ujar Pramintohadi.
Saat ini, penumpang berjumlah 145 orang telah kembali berada di terminal keberangkatan. Rencananya para penumpang akan diberangkatkan dengan pesawat Lion Air lainnya pada sekitar pukul 22.10 WIB.
Pramintohadi menginstruksikan kepada kepala bandara tersebut untuk memastikan maskapai penerbangan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan. Hal itu dilakukan dengan memberikan kompensasi atas keterlambatan penerbangan kepada penumpang.
“Saat ini pesawat dan pilot telah di-grounded untuk keperluan investigasi,” ujar Pramintohadi.
Sebelumnya, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan kondisi tersebut terjadi ketika pesawat bersiap menuju landas hubung. Saat ini, pesawat sudah berada di landas parkir dan seluruh penumpang diarahkan dan dikembalikan menuju ruang tunggu terminal.
Selanjutnya, untuk mengatasi penundaan penerbangan tersebut, rencananya akan kembali diberangkatkan dengan menggunakan pesawat dari Jakarta. “Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Danang.
Terkait kondisi yang terjadi, Lion Air saat ini telah mengirimkan tim guna pemeriksaan terhadap pesawat tersebut.
jpnn.com, ANKARA - Keberadaan jenazah Jamal Khashoggi masih menjadi teka-teki. Turki yakin Arab Saudi tahu di mana tubuh kolumnis Washington Post itu kini berada. Tapi, Saudi bungkam.
Kemarin, Senin (5/11), Salah dan Abdullah, putra Khashoggi, menuntut siapa pun yang menahan jenazah ayah mereka untuk segera mengembalikan kepada keluarga.
"Yang kami inginkan saat ini hanya memakamkan beliau di Al Baqi (pemakaman), Madina," ujar Salah kepada CNN.
Bersamaan dengan itu, Daily Sabah kembali memberitakan detail pembunuhan Khashoggi. Kabarnya, jenazah sepupu Dodi Al Fayed itu dimasukkan dalam lima tas yang selanjutnya dibawa ke rumah dinas Konjen Saudi di Istanbul.
Di rumah itulah, jasad tersebut dimusnahkan. Entah dengan cairan asam atau dimasukkan sumur.
Setelah kematian Khashoggi, Saudi mengirimkan 11 orang ke Istanbul pada 11 Oktober. Dua di antaranya adalah Ahmad Abdulaziz Al Janobi, ahli kimia, dan Khaled Yahya Al Zahrani, pakar racun.
Sementara itu, kemarin lembaga HAM PBB (UNHRC) melakukan tinjauan lima tahunan terhadap rekam jejak HAM di Saudi. "Laporan yang menyatakan bahwa pembunuhan itu direncanakan sangat mengkhawatirkan," tegas Dubes Australia untuk PBB Sally Mansfield seperti dikutip Reuters. (sha/c7/hep)
Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat
Erdogan dikabarkan bakal mengungkap secara detil kasus ini dalam pasca pertemuannya dengan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki pada Selasa, 23 Oktober 2018. Erdogan dan Presiden AS Donald Trump juga bersepakat agar kasus ini diungkap saat berbicara dalam sambungan telepon.
Pemerintah Amerika Serikat mendesak agar kasus ini segera diungkap ke publik secara transparan. Presiden Donald Trump, yang terkesan bersimpati terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mengakui ada kebohongan dan penipuan dalam kasus ini.
Dalam pernyataan terbarunya di Twitter mengenai tewasnya Jamal Khashoggi, kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan para pelaku akan dihukum. “Putra Mahkota tidak tahu menahu soal operasi ini. Kami tidak pernah terlibat dalam perilaku seperti itu dan tidak akan pernah terlibat,” kata Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Saudi dalam cuitan di akun Twitter @Ksmofaen.
Jamal Khashoggi: Pembunuhan 'keji' wartawan Saudi 'direncanakan jauh hari sebelumnya'
Hak atas fotoAFPImage captionPresiden Turki mengatakan wartawan veteran Saudi Jamal Khashoggi dibunuh 'secara keji'.
Pembunuhan wartawan veteran Arab Saudi, Jamal Khashoggi, direncanakan jauh hari sebelumnya, kata Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan, di depan anggota parlemen dari partainya, AKP, hari Selasa (23/10).
Presiden Erdogan mengatakan Turki telah mengumpulkan bukti-bukti kuat yang menunjukkan pengkritik Saudi itu dibunuh dalam pembunuhan "keji" yang direncanakan.
"Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah penting dengan mengatakan mengetahui dan mengakui pembunuhan. Sekarang, harapan kami adalah, mereka mengambil langkah lanjutan dan menetapkan, siapa pun yang bertanggung jawab, baik pejabat rendah hingga yang tertinggi, untuk dimintai pertanggungjawaban dan diadili," kata Presiden Erdogan.
"Mereka yang bertanggung jawab harus dihukum sesuai dengan perbuatan mereka. Ada isyarat kuat, pembunuhan ini bukan insiden mendadak, ini adalah hasil dari operasi yang direncanakan secara rapi," katanya.
Presiden Erdogan juga mendesak agar semua tersangka pembunuhan Khashoggi diadili di Istanbul.
"Menyalahkan pejabat-pejabat intelijen dalam kasus ini, bagi kami dan masyarakat internasional, bukan jawaban yang memuaskan. Kesadaran kemanusiaan mengharuskan kita untuk mengadili siapa pun yang terlibat. Harus diketahui siapa yang memerintahkan para pelaku," kata Erdogan.
Mohammed bin Salman bertemu keluarga Khashoggi
Hak atas fotoREUTERSImage captionPutra Mahkota Mohammed bin Salman menerima dua anggota keluarga Khashoggi di Riyadh, hari Selasa (23/10).
Erdogan mendesak Arab Saudi memberikan jawaban di mana jenazah Khashoggi dan siapa yang memerintah operasi pembunuhan.
Erdogan membenarkan bahwa 18 orang di saudi telah ditahan dalam kasus pembunuhan Khashoggi.
Namun, dalam pidato ini Erdogan tidak membeberkan rincian bukti yang didapat pihak berwenang Turki.
Dalam perkembangan terkait, Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menerima dua anggota almarhum Khashoggi dan menyampaikan belasungkawa.
Anak dan sudara laki-laki Khashoggi diterima oleh Bin Salman di Istana Yamama di Riyadh, hari Selasa (23/10).
Hak atas fotoREUTERSImage captionPresiden Erdogan mendesak Saudi untuk memberi jawaban di mana jenazah Khashoggi dan siapa yang memerintahan pembunuhan.
Sebelumnya, Presiden Erdogan memang berjanji akan membuka "kebenaran yang sesungguhnya" kasus pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat Saudi di Istanbul.
Para pejabat Turki mengatakan "mereka memiliki bukti bahwa Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi pada 2 Oktober".
Setelah beberapa pekan dengan keras membantah, kini Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah tewas setelah terlibat "perkelahian di konsulat".
Misteri 'hilangnya' para kritikus pemimpin Arab Saudi.
Pernyataan Erdogan bertepatan dengan pembukaan forum investasi di Saudi, yang telah diboikot puluhan wakil pemerintah dan dunia bisnis, terkait dengan pembunuhan Khashoggi.
Khashoggi adalah wartawan veteran yang antara lain menulis untuk surat kabar The Washington Post.
Ia dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah Saudi.
Hak atas fotoAFPImage captionTunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menunggu di luar konsulat Saudi di Istanbul, tapi Khashoggi tak terlihat meninggalkan gedung.
Pada Desember 2017 ia memutuskan "untuk mengasingkan diri" di Amerika Serikat.
Ia mendatangi kantor konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus surat-surat perceraian agar bisa menikahi tunangannya, Hatice Cengiz, seorang perempuan warga Turki.
Khashoggi ke konsulat bersama tunangannya, namun ia masuk sendirian dan meninggalkan telepon genggamnya ke tunangannya yang menunggu di luar gedung.
Namun Khashoggi tak pernah meninggalkan gedung konsulat.
SUM BER: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-45952332
Pejabat-pejabat Indonesia mengatakan seorang penyelam meninggal ketika berupaya mencari bagian-bagian badan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Laut Jawa beberapa menit setelah lepas landas dari Jakarta Senin lalu (29/10).
Syachrul Anto (48 tahun) meninggal hari Jumat (2/11). Para pejabat mengatakan relawan Indonesian Diver Rescue Team (IDRT) itu mungkin meninggal akibat masalah dekompresi.
Baru-baru ini Anto juga telah membantu upaya pemulihan di Palu pasca gempa dan tsunami 28 September. Ia juga ikut serta dalam proses evakuasi pesawat Air Asia hampir empat tahun lalu.
Salah seorang teman Anto, Yosep Safrudin, lewat akun Facebook menyebutnya sebagai ‘’pahlawan yang sangat mulia.’’
Innalillahi wainnailaihirojiuun
Pahlawan kemanusiaan yg sangat mulia... Terlibat beberapa kali evakuasi korban pesawat (Lion,Airasia) dan Kapal pelni... Harus berakhir jatah rezekinya di alam fana ini di perairan karawang saat meng evakuasi beberapa paket Jenazah JT610.....
Divers yg sangat pengalaman... Tanpa lelah dan rela meninggalkan perusahaan smp bulanan untuk ikut partisipasi dalam misi kemanusiaan.. Baru 1 minggu kembali dari Palu... Minta di jemput di Halim 2 hari yg lalu, Pinjem Alat selam ku, minta diantar ke posko evakuasi JT610 di priok...
Kawan senior yg sdh seperri sodara,yg sangat humble dan baik hati.. Sempat terlibat bisnis bareng kecil2an... Seringkali antar jemput kalo silaturahmi ke Makassar...
Presiden Joko Widodo hari Sabtu (3/11) menyampaikan belasungkawa dengan meninggalnya Anto. Jokowi mengapresiasi peran dan kontribusi Anto yang sangat besar dalam proses pencarian dan evakuasi, baik korban maupun komponen-komponen pesawat seperti kotak hitam dan badan pesawat. “Ada 859 aparat relawan dari semuanya ikut bersama-sama dalam rangka evakuasi, mencari black box, dan lain-lain yang sudah 5 hari ini kita lakukan, pagi, siang, malam. Kita harapkan tidak ada kejadian lagi penyelam yang meninggal di lapangan," ujarnya.
Penyelam Angkatan Laut Indonesia itu sebelumnya telah menemukan salah satu bagian ‘’kotak hitam’’ yang berisi informasi penting tentang penerbangan pesawat naas itu. Para penyelam berhasil menemukan perekam data penerbangan itu hari Kamis (1/11), namun masih mencari perekam suara kokpit.
Kecelakaan pada 29 Oktober itu merupakan kecelakaan pertama yang dialami pesawat Boeing 737 MAX 8, versi terbaru pesawat penumpang legendaris yang lebih hemat bahan bakar.
Pasca kecelakaan ini Kementerian Perhubungan Indonesia telah memerintahkan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh pesawat penumpang Boeing 737 MAX 8. Lion Air telah memesan 50 pesawat jenis baru ini dengan nilai kontrak mencapai 6,2 miliar dolar.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWANG -
Pencarian black box pesawat Lion Air PK-LQP di hari keempat Kamis (1/11/2018), akhirnya membuahkan hasil.
Sekiranya pukul 09.31 WIB, black box tersebut berhasil diangkat keatas Kapal Baruna Jaya 01 oleh dua orang penyelam TNI Angkatan Laut.
Dua penyelam tersebut adalah Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali dari Satuan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir TNI Angkatan Laut.
Dijumpai awak media, Sertu Marinir Hendra menceritakan detik-detik pengangkatan black box tersebut dari kedalaman 25 hingga 32 meter di dasar laut perairan Karawang, Jawa Barat.Sebelum menyelam, Hendra mengatakan signal black box tersebut terdeteksi alat ROV milik BPPT yang berada di Kapal Baruna Jaya 01.
Setelah mendapatkan koordinat area, Hendra dan Noor Ali pun menyelam ke dasar laut membawa alat pendeteksi signal black box yang dipinjamkan oleh BPPT
Menyelam sedalam 25 hingga 32 meter, sinyal black box tersebut semakin kuat terpancar dari dalam lumpur di dasar laut.
"Jadi kami sempat terhambat arus yang cukup kencang, untuk menggali black box tersebut yang berada di dalam lumpur," ucap Hendra di Kapal Baruna Jaya 01.
Berjibaku menggali lumpur di dasar laut, akhirnya Hendra melihat black box tersebut sendiri di depan kedua matanya.
Tanpa pikir panjang, Hendra pun mengambil black box tersebut dan berenang ke permukaan bersama Noor Ali untuk memberikan black box tersebut ke personil yang ada di atas Kapal Baruna Jaya 01.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWANG -
Pencarian black box pesawat Lion Air PK-LQP di hari keempat Kamis (1/11/2018), akhirnya membuahkan hasil.
Sekiranya pukul 09.31 WIB, black box tersebut berhasil diangkat keatas Kapal Baruna Jaya 01 oleh dua orang penyelam TNI Angkatan Laut.
Dua penyelam tersebut adalah Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali dari Satuan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir TNI Angkatan Laut.
Dijumpai awak media, Sertu Marinir Hendra menceritakan detik-detik pengangkatan black box tersebut dari kedalaman 25 hingga 32 meter di dasar laut perairan Karawang, Jawa Barat.Sebelum menyelam, Hendra mengatakan signal black box tersebut terdeteksi alat ROV milik BPPT yang berada di Kapal Baruna Jaya 01.
Setelah mendapatkan koordinat area, Hendra dan Noor Ali pun menyelam ke dasar laut membawa alat pendeteksi signal black box yang dipinjamkan oleh BPPT
Menyelam sedalam 25 hingga 32 meter, sinyal black box tersebut semakin kuat terpancar dari dalam lumpur di dasar laut.
"Jadi kami sempat terhambat arus yang cukup kencang, untuk menggali black box tersebut yang berada di dalam lumpur," ucap Hendra di Kapal Baruna Jaya 01.
Berjibaku menggali lumpur di dasar laut, akhirnya Hendra melihat black box tersebut sendiri di depan kedua matanya.
Tanpa pikir panjang, Hendra pun mengambil black box tersebut dan berenang ke permukaan bersama Noor Ali untuk memberikan black box tersebut ke personil yang ada di atas Kapal Baruna Jaya 01.