Senin, 08 Oktober 2018

Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir. "Post-Truth" Politik dan Pilpres

Aktivis Ratna Sarumpaet mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet, tersangka penyebaran berita bohong atau <i>hoax</i> tentang penganiayaan dirinya, resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya hingga 20 hari. ANTARA FOTO/Reno Esnir
Aktivis Ratna Sarumpaet mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet, tersangka penyebaran berita bohong atau hoax tentang penganiayaan dirinya, resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya hingga 20 hari. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

Reporter:  Editor: 

Juli Hantoro 

Senin, 8 Oktober 2018 08:39 WIB
TEMPO.COJakarta - 
Kasus hoax Ratna Sarumpaet terus bergulir. Ratna yang kini telah berstatus tersangka penyebaran kabar bohong atau hoax telah ditahan di Kepolisian Daerah Metro Jaya. Polisi pun akan memeriksa beberapa saksi termasuk salah satu di antaranya adalah Amien Rais yang pekan lalu tak hadir.
Juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan kasus Ratna Sarumpaet ini ibarat puzzle. Untuk mencari gambaran utuh kasusnya, polisi, kata dia harus menyusun kepingan-kepingan puzzle itu. "Begitu gambar besarnya tersusun, kami tahu, oh si A perannya ini, si B perannya ini," ujar Setyo.
Meski secara pidana kasus ini telah ditangani polisi, namun kasus hoax Ratna Sarumpaet masih terus digoreng untuk kepentingan politik elektoral di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.
Hal ini terlihat di media sosial, bagaimana pendukung Jokowi menggunakan kasus hoax Ratna Sarumpaet untuk menyerang lawan politiknya di kubu Prabowo. Sedangkan kubu Prabowo sibuk untuk menepis berbagai serangan itu dan menyebut diri mereka sebagai korban hoax Ratna Sarumpaet.
Bahkan laporan ke Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD dibuat kubu politikus pendukung Prabowo.
Adalah Jaringan Advokat Penjaga NKRI (Japri) dan Advokat Pengawal Konstitusi yang melaporkan empat anggota DPR ke MKD.
Keempat anggota DPR tersebut adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta Rachel Maryam dan Mardani Ali Sera.
Keempat orang tersebut dilaporkan karena diduga melanggar kode etik dengan menyebarkan informasi bohong atau hoax tentang penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.
Keempatnya diduga melanggar Pasal 3 ayat (1) dan ayat (4) serta Pasal 9 ayat (2) Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Kode Etik DPR RI.
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR sedang mengkaji sejumlah legislator yang dilaporkan turut menyebarkan hoax.
"Nanti MKD akan kaji, apakah ada etik yang dilanggar, apakah tidak. Kalau ada, akan ada sanksi ringan, sedang, atau berat, tetapi kalau tidak ada, ya sudah selesai," kata Bambang di Purbalinggga pada Ahad, 7 Oktober 2018.
Adapun Fadli Zon santai menanggapi laporan tersebut. "Laporan ke MKD itu salah alamat. Mereka tidak mempelajari dengan dalam karena anggota DPR itu kalau ada laporan masyarakat, ya, harus kita respons," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.
Kasus Ratna Sarumpaet dan Elektabilitas Prabowo
Lalu bagaimana dengan elektabilitas calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno pasca pengungkapan kasus Ratna Sarumpaet ini?
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan tak menampik bahwa kasus Ratna Sarumpaet 
akan menimbulkan citra negatif terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. 
Kendati begitu, Djayadi mengatakan isu itu tak akan membuat pemilih tetap Prabowo mengalihkan dukungan.
"Isu itu menimbulkan citra negatif, tetapi secara elektoral tidak akan menimbulkan larinya para pemilih Prabowo," kata Djayadi di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018.
Prabowo Subianto dan timnya sebelumnya termakan kabar bohong ihwal pemukulan dan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Belakangan, kepolisian mengungkap bahwa Ratna tak pernah mengalami pemukulan atau penganiayaan. Ratna pun sudah mengakui bahwa dirinya berbohong.
Padahal, Prabowo kadung merespons cerita awal Ratna dengan serius. Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan menggelar konferensi pers di rumahnya, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 2 Oktober lalu untuk menyampaikan simpatinya terhadap Ratna. Rabu malam, 3 Oktober, Prabowo kembali menggelar konferensi pers dan meminta maaf kepada publik karena sudah ikut menyiarkan pengakuan Ratna yang ternyata bohong belaka.
Menurut Djayadi, pemilih tetap Prabowo relatif tak terpengaruh dengan peristiwa tersebut. Mereka akan memaafkan, bersimpati, bahkan membela Prabowo yang telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Adapun jumlah pemilih tetap Prabowo saat ini, kata Djayadi, berada di kisaran angka 25-30 persen. Mereka adalah orang-orang yang tak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo yang juga merupakan calon presiden petahana.
"Mereka tidak akan menyeberang (ke Jokowi) karena sudah solid (mendukung Prabowo)," kata Djayadi.
Meski begitu, Djayadi melanjutkan, citra negatif akibat kasus Ratna Sarumpaet ini akan mempersulit usaha Prabowo menggaet dukungan dari kelompok yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters.
"Pemilih yang tadinya masih bisa dibujuk, sekarang jadi mikir-mikir lagi. Dan itu menjadi problem karena menurut berbagai survei Prabowo masih ketinggalan," ujarnya.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Viva Yoga Mauladi menyebut Prabowo memiliki sensitivitas yang tinggi sehingga sempat membela Ratna Sarumpaet. Viva Yoga mengatakan, sensitivitas Prabowo itu tak terlepas dari rekam jejak Ratna selama ini sebagai aktivis.
"Itulah Pak Prabowo, Pak Prabowo punya sensitivitas kemanusiaan. Siapa di republik ini yang tak percaya dengan Ratna Sarumpaet, beliau adalah aktivis perempuan, pejuang HAM," kata Viva Yoga di kantor Saiful Mujani Research and Consulting, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018.
Prabowo Subianto memang sempat membela Ratna Sarumpaet yang mengaku mengalami pemukulan dan penganiayaan saat berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September lalu. Prabowo bahkan menyatakan simpatinya dengan menggelar konferensi pers di rumahnya pada Selasa, 2 Oktober lalu.
Namun, belakangan terungkap bahwa Ratna tak mengalami pemukulan dan penganiayaan. Ratna pun mengakui ceritanya bohong belaka. Berselang beberapa jam dari pengakuan Ratna, Prabowo kembali menggelar konferensi pers untuk meminta maaf kepada publik lantaran sudah ikut menyiarkan cerita bohong itu.
Kendati sudah minta maaf, Prabowo dan timnya kadung dianggap tak cermat dan termakan hoaks. Di Twitter bahkan sempat populer tanda pagar #KoalisiPrabohong dan . Menurut Viva Yoga, Prabowo bukanlah pembohong, melainkan dibohongi. Dia pun lagi-lagi menegaskan bahwa mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu memiliki sensitivitas kemanusiaan.
"Saya rasa masyarakat sadar, memahami situasi sensitivitas kemanusiaan Pak Prabowo yang reaktif terhadap ketidakadilan dan track record dari Bu Ratna yang seperti itu (aktivis)," kata politikus Partai Amanat Nasional ini.
Ratna Sarumpaet memang disebut-sebut sebagai aktivis di bidang hak asasi manusia. Ratna, misalnya, pernah terlibat membela aktivis buruh yang dibunuh, Marsinah, melalui naskah monolog "Marsinah Menggugat".
Namun, Ratna juga bukannya tak pernah melakukan tindakan kontroversial. Ratna tercatat pernah menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mobilnya diderek oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Saat menelepon, Ratna terhubung dengan salah seorang staf Anies. Tak lama kemudian, mobil Ratna dikembalikan tanpa melalui proses tilang.
Tak hanya itu, Ratna juga menghebohkan media massa dengan ceritanya soal dana warisan raja-raja nusantara. Ratna mengaku mendapat laporan dari seseorang bernama Ruben P.S. Marey. Menurut Ratna, Ruben adalah salah satu keturunan raja nusantara yang mewarisi uang senilai Rp 23,9 triliun.
Dana itu disebut akan digunakan untuk pembangunan di Papua. Namun, kata Ratna, duit yang disimpan dan ditransfer dari Bank Dunia ke rekening Ruben itu raib. Dia pun menuding pemerintah memblokir secara sepihak transaksi keuangan itu. Lebih lanjut, Ratna menyebut Ruben hanya satu dari tujuh keturunan raja nusantara yang mewarisi harta ribuan triliun.
Bank Dunia membantah adanya transfer Rp 23,9 triliun ke seorang bernama Ruben P.S. Marey. Dalam keterangan resminya, Bank Dunia menyatakan tak pernah melakukan transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia.
Meski para pendukung Jokowi terus menggunakan isu Ratna Sarumpaet untuk menyerang Prabowo, namun calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengatakan tak akan mengambil keuntungan dari kasus hoax Ratna Sarumpaet ini.
"Kita tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Itu tidak boleh. Kita fair saja lah," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta pada Ahad, 7 Oktober 2018.
Sumber: https://fokus.tempo.co/read/1132204/bantuan-asing-untuk-tsunami-palu-jokowi-indonesia-tak-sendirian


Minggu, 07 Oktober 2018

Wartawan Saudi, Diduga Dibunuh di Konsulat Saudi

Sejumlah demonstran menuntut kejelasan soal keberadaan Jamal Khashoggi di depan gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (Reuters)Sejumlah demonstran menuntut kejelasan soal keberadaan Jamal Khashoggi di depan gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (Reuters)

WALAU para jaksa Turki baru membuka investigasi atas kasus hilangnya seorang wartawan asal Arab Saudi, berbagai sumber menyebutkan yang bersangkutan telah dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.
Kasus bermula ketika Jamal Khashoggi pergi ke Konsulat Arab Saudi pada Selasa (2/10) untuk melengkapi "dokumen rutin", namun sejak itu kontributor harian Washington Post tersebut tak ada kabar sama sekali.
Hatice, tunangan Khashoggi, menemaninya ke konsulat, tetapi tidak diizinkan masuk bersamanya.
Khashoggi juga diminta untuk tidak membawa telepon genggamnya - praktik standar di sebagian kedutaan dan konsulat.
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 08 18 1960861 turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi-E0QwPDolQi.jpg
Menurut Hatice, Khashoggi menitipkan telepon kepadanya dan mengatakan untuk menghubungi seorang penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jika ia tidak kembali.
Kepala Asosiasi Media Arab-Turki, Turan Kislakci, mengatakan kepada harian New York Times bahwa kepolisian Turki telah memeriksa kamera-kamera pengawas dan tidak melihat Khashoggi meninggalkan Konsulat Turki dengan berjalan kaki.
Meski demikian, mobil-mobil diplomat tampak hilir-mudik dari konsulat.
Para pejabat Saudi belum berkomentar, namun sebuah sumber di konsulat yang dikutip kantor berita Reuters, menyatakan dugaan bahwa Khashoggi dibunuh tidak berdasar.
Sumber tersebut menambahkan, sebuah tim keamanan telah tiba di Istanbul untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi.
Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice, menunggunya lagi di luar Konsulat Arab Saudi pada Rabu (3/10). (AFP)
Apa yang Dilakukan Pemerintah Turki?
Media di Turki melaporkan para jaksa kini tengah menelisik kasus tersebut.
Partai AK, sebagaimana dikutip Reuters, mengatakan investigasi akan berlangsung komprehensif dan sensitivitas pemerintah Turki terkait kasus ini akan berada pada "taraf tertinggi". Partai AK juga menegaskan keberadaan Khashoggi bakal diketahui.
Pada Rabu (3/10), Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk meminta penjelaan soal hilangnya Khashoggi.
Akan tetapi, lepas dari pernyataan resmi, narasumber di tubuh pemerintah Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters dan Washington Post bahwa tinjauan awal kepolisian adalah Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.
"Kami meyakini pembunuhan itu direncanakan dan jenazahnya belakangan dikeluarkan dari konsulat," sebut salah satu sumber kepada Reuters.
Sumber harian Washington Post menyebutkan jurnalis tersebut dibunuh oleh sebuah tim dari Saudi beranggotakan 15 orang yang sengaja dikirim "khusus untuk membunuh".
Wartawan BBC, Mark Lowen, mengatakan bahwa jika benar Khashoggi dibunuh di Turki dengan sokongan pemerintah Saudi, hubungan kedua negara akan memburuk.
Turki telah memihak pada Qatar saat Arab Saudi dan beberapa negara Arab memblokade Qatar. Turki juga mendekati Iran yang bertentangan dengan Saudi.
Apa yang Dikatakan Pemerintah Saudi?
Konsulat Arab Saudi di Istanbul menyatakan bahwa Jamal Khashoggi sudah meninggalkan konsulat begitu selesai mengurus dokumen. (AFP)

Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, mengatakan kepada Bloomberg:
"Dia adalah warga Saudi dan kami sangat ingin tahu apa yang terjadinya padanya. Dan kami akan melanjutkan dialog dengan pemerintah Turki untuk melihat apa yang terjadi terhadap Jamal di sana.
"Sepengetahuan saya dia masuk lalu keluar setelah beberapa menit atau satu jam, saya tidak yakin. Kami tengah menyelidiki hal ini melalui Kementerian Luar Negeri untuk melihat secara pasti apa yang terjadi saat itu.
"Lokasi itu adalah area berdaulat, namun kami akan mengizinkan mereka untuk masuk dan memeriksa dan melakukan apa yang mereka inginkan. Jika mereka meminta, tentunya, kami akan memperbolehkan. Kami tidak punya apa-apa yang disembunyikan," kata Pangeran bin Salman.
Ketika ditanya apakah Khashoggi menghadapi dakwaan di Arab Saudi, sang putra mahkota mengatakan negaranya ingin tahu terlebih dulu keberadaannya.
Sejumlah demonstran menuntut kejelasan soal keberadaan Jamal Khashoggi di depan gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (Reuters)Sejumlah demonstran menuntut kejelasan soal keberadaan Jamal Khashoggi di depan gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (Reuters)
Siapakah Jamal Khashoggi?
Wartawan berusia 59 tahun itu adalah salah satu kritikus paling vokal terhadap Pangeran Mohammed bin Salmanm yang mencanangkan reformasi di Arab Saudi sembari melancarkan pembungkaman terhadap berbagai pengritik, termasuk ulama, cendekiawan, serta pembela HAM, dan aktivis hak perempuan.
Selama bertahun-tahun, saat masih menjadi editor harian al-Watan dan saluran berita Saudi TV, Khashoggi dipandang dekat dengan keluarga kerajaan. Dia bahkan pernah menjadi penasihat bagi sejumlah pejabat senior Saudi.
Setelah beberapa temannya ditahan, kolomnya di harian al-Hayat dihentikan dan dia diperingatkan untuk tak lagi mencuit di Twitter.
Khashoggi lalu hijrah dari Saudi Arabia ke Amerika Serikat—tempat dia menulis artikel opini untuk Washington Post dan tampil di saluran televisi negara-negara Barat dan Arab.
"Saya sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan. Kini saya angkat suara. Untuk bertindak sebaliknya, itu berarti akan mengkhianati mereka yang mendekam di penjara. Saya bisa bicara saat banyak yang tidak bisa," tulisnya pada September 2017 lalu.
(erh)
Turki Selidiki Hilangnya Wartawan Saudi, Diduga Dibunuh di Konsulat Saudi
Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis 
Senin 08 Oktober 2018 04:26 WIBsumber:https://news.okezone.com/read/2018/10/08/18/1960861/turki-selidiki-hilangnya-wartawan-saudi-diduga-dibunuh-di-konsulat-saudi?page=2

Jumat, 05 Oktober 2018

Ada Skenario Besar di Balik Berita Hoaks...Siapa Dalang Kebohongan Ratna Sarumpaet ?

Budiman Sebut Dusta Ratna Terencana untuk Jurus Kampanye - JPNN.COM
Budiman Sudjatmiko. Foto: dokumen JPNN

Budiman Sebut Dusta Ratna Terencana untuk Jurus Kampanye

Jumat, 05 Oktober 2018 – 18:48 WIB
jpnn.comJAKARTA - Influencer Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) Budiman Sudjatmiko menuding kubu Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno meniru model kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat. Menurut Budiman, teknik kampanye bernama firehose of falsehood yang memanfaatkan kebohongan sebagai alat politik demi meraih simpati publik.
Budiman melihat pola itu awalnya dilakukan kubu Prabowo - Sandi melalui kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, teknik kampanye firehose of falsehood sudah dipraktikkan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur petahana harus dipenjara karena menyinggung Surah Al-Maidah ayat 51. Budiman melihat ada fenomena aneh dalam kasus Ahok.
"Kutipan potongan media itu bisa dipakai memobilisasi dukungan maupun sikap anti terhadap figur tertentu, waktu itu Ahok. Ternyata itu memang adalah kerja dari sebuah perusahaan Cambridge Analytica," kata Budiman di Rumah Pemenangan Jokowi - Ma'ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).
Budiman menyebut tekning propaganda Trump juga dibuat Cambridge Analytica. Perusahaan konsultan politik yang berpusat di London juga dituding mencuri data jutaan pengguna Facebook.
Sementara dalam kasus Ratna yang kini heboh, Budiman menduga aktivis yang juga seniman panggung itu dituntut oleh kubu Prabowo-Sandi untuk berbohong demi mengeksploitasi dan memanipulasi sifat emosional orang. Bahkan, Prabowo sempat bertemu Ratna sebelum calon presiden (capres) dari Koalisi Adil Makmur itu menggelar jumpa pers.
Prabowo yang didampingi Amien Rais saat jumpa pers menyebut Ratna telah dianiaya. Bahkan, mantan Danjen Kopassus itu menyebur penganiayaan terhadap Ratna merupakan tindakan pengecut.
Namun, hasil penyelidikan polisi menemukan hal berbeda. Sebab, Ratna lebam karena operasi sedot lemak di sebuah rumah sakit kecantikan.
Budiman pun menduga pengakuan Ratna sebagai korban penganiayaan dimanfaatkan untuk menyerang pemerintahan Presiden Jokowi. Menurutnya, ada perencanaan untuk memanfaatkan itu demi menciptakan isu bahwa pemerintahan Jokowi bertindak kejam pada pihak-pihak yang bersikap kritis.
“Itu adalah sebuah isu yang terencana atau patut diduga menyasar pemerintahan Jokowi akan mengancam hidupmu, orang kritis bisa dipukuli. Seorang ibu-ibu aktivis, 70 tahun, dianiaya Pak Jokowi," kata Budiman.
Karena itu Budiman menduga pengakuan Ratna tentang kebohongannya bukan sebuah kekeliruan, melainkan sengaja diciptakan. "Saya tidak percaya Ratna Sarumpaet adalah pelaku tunggal dan Prabowo adalah korban," ujar Budiman. (tan/jpnn)

Ada Skenario Besar di Balik Berita Hoaks

views: 8.818

Skandal RS, PDIP: Diduga Ada Skenario Besar di Balik Berita Hoaks


Aktivis Ratna Sarumpaet dicekal dan ditahan Polres Bandara Soekarno Hatta saat hendak pergi ke luar negeri. Foto/Dok/SINDOnews


JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun berharap pihak kepolisian mengusut tuntas dan mengungkap dalang dari kebohongan persekusi aktivis HAM Ratna Sarumpaet (RS).
Dia menilai bahwa kasus ini kebetulan saja karena yang terlibat membela Ratna adalah Prabowo dan kelompoknya karena merasa tersentuh sehingga ini yang membuat ramai diberitakan.
“Kalau saja dari aktivis HAM yang terlibat barangkali tidak seperti itu,” kata Komarudin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).
Karena itu, Komarudin meminta agar persoalan ini tidak berhenti sampai di sini saja tapi harus ditelusuri apa yang sebenarnya menyebabkan Ratna Sarumpaet menyampaikan kebohongan itu. Karena pasti ada motifnya dan tidak sekedar membohongi saja. Dia menduga ada skenario besar di baliknya.
“Masa orang menjaga reputasi dari zaman orde baru sampai sekarang hanya dalam waktu seketika bisa seperti itu, saya kira tidak. Saya kira ini satu skenario besar yang menurut saya harus ditelusuri. Apa motif dibalik itu, itu yang paling penting,” tegasnya.
Selain itu, Komarudin menyampaikan bahwa semua pihak tidak perlu khawatir bahwa Indonesia akan terpecah karena hoaks ini. Karena ini tahun politik saja sehingga hal kecil seperti ini dibesar-besarkan.
“Jadi ini urusan kecil sebenarnya, tapi karena tahun politik jadi dibesar-besarkan. Tapi poin penting adalah pak Jokowi dan pak Prabowo itu sudah memberi pesan yang luar biasa,” ujarnya.(pur)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Penyebaran berita bohong (hoax) yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet bagi PDIPI dinilai telah direncanakan oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Hal itu diungkapkan politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko saat menanggapi penangkapan Ratna Sarumpaet oleh tim penyidik Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya.
Budiman mengatakan, dalam kasus penyebaran berita hoaks ini, Ratna tidak sendirian, melainkan ada orang-orang lain di belakangnya yang turut andil merencanakan penyebaran berita bohong.
"Ini bukan kesalahan tapi kehebohan yang diciptakan. Karena memang orang mau dikacaukan dengan kabar palsu. Saya tidak percaya bahwa pelaku tunggal," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/10).
Ia menambahkan, orang-orang yang sebelumnya membela Ratna atas kabar bohong penganiayaan di Bandung bukan merupakan korban, seperti Prabowo dan timnya.
"Saya tidak percaya bahwa orang di sekitar Prabowo atau Prabowo sendiri menjadi korban. Ini kan skematis," katanya.
Oleh karena iut, dengan tertangkapnya Ratna Sarumpaet yang hendak berangkat ke Chile di Bandara Soekarno Hatta, menjadi langkah awal untuk membongkar pihak-pihak lain yang ikut terlibat. 
Sumber; https://www.wartaekonomi.co.id/read197932/parah-hoax-ratna-sudah-direncanakan-timses-prabowo-sandiaga.html


Dalang Kebohongan Ratna Sarumpaet 


views: 10.056

Gerindra Tantang Dalang Kebohongan Ratna Sarumpaet Diungkap


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Foto/Dok/SINDOnews


JAKARTA - Partai Gerindra menantang pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan mengungkap dalang dari kebohongan persekusi aktivis HAM Ratna Sarumpaet. Pasalnya, Gerindra dan Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) juga merasa dirugikan atas kebohongan tersebut, bahkan ikut dilaporkan oleh sejumlah pihak.
“Bu Ratna-nya silahkan diselidiki, silahkan, siapa dalangnya? Kita juga pengen tahu. karena yang dirugikan adalah pihak kami, kita yang dirugikan. Kalau mau kita melihat dari sebuah teori konspirasi, kita lihat siapa yang paling dirugikan. Nah orang yang dirugikan itu berarti ada pihak lain yang diuntungkan,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Fadli juga meminta agar persoalan ini didudukkan secara benar dan jangan sampai polisi juga menjadi alat kekuasaan. Untuk itu, Fadli mempertanyakan pihak kepolisian yang belum apa-apa sudah memanggil Dewan Pengarah BPN KIAM Amien Rais sebagai saksi.
“Sekarang belum apa-apa kok langsung pak Amien lah mau dipanggil, dan sebagainya. Apa urusannya? Selidiki dulu yang benar kalau kemudian juga kasus-kasus lain diselidiki,” tukasnya.
Fadli juga mempertanyakan kepolisian yang sangat cepat memproses kasus ini yang dianggap bisa merugikan kubu oposisi. Sebaliknya, sejumlah laporannya tidak diproses bahkan cenderung diendapkan selama berbulan-bulan bahkan hampir setahun.
“Polisi itu milik kita semua, jangan menjadi alat kekuasaan, harus fair. Kan kita juga bisa melaporkan? kenapa laporan kita tidak ditindaklanjuti? kemudian ada laporan orang lain begitu mudah ditindaklanjuti. Ada apa ini?,” tegas Wakil Ketua DPR itu.
Adapun kemungkinan Ratna penyusup di KIAM, menurut dia mungkin saja dan seharusnya itu diselidiki saja karena Ratna sudah ditangkap. Jadi, dibuka saja semuanya termasuk percakapan di layanan pesannya. Fadli juga mengaku siap untuk dikonfrontasi dengan Ratna untuk mengungkap hal ini.
“Jadi jangan membuat suatu masalah yang kayaknya ini akan mengancam NKRI. Urusan apa ini hoax, prank, yang dilakukan oleh satu orang, ini masalah kecil. Menurut saya jangan dibesar-besarkan. Makanya tadi kenapa masalah yang lebih besar kok tidak diusut?,” ujarnya.
Karena itu, Fadli menegaskan bahwa semua tuduhan dan pelaporan pihaknya ke kepolisian maupun ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) salah alamat. Karena, tidak ada hukum ataupun etika yang dilanggar, bahkan pihaknya melakukan pembelaan atas dugaan persekusi terhadap Ratna meskipun itu diketahui pada akhirnya sebuah kebohongan. Termasuk juga soal tudingan black campaign karena apa dinyatakan Prabowo dan pihaknya itu menunjukkan rasa kemanusiaan karena bersimpati atas apa yang menimpa Ratna. Bahkan Prabowo sudah meminta maaf. Bahkan, Fadli juga tengah mempersiapkan untuk melaporkan balik sejumlah orang yang melaporkan dirinya.
“Iya silahkan siapa yang mau mempolisikan saya juga akan memposisikan balik
Saya juga sedang susun juga semua laporan laporan balik, Farhat Abbas semua, sedang saya susun untuk saya laporkan balik. pencemaran,” tegasnya.
“Kita nggak tahu ada apa dibalik ini kita justru ingin tahu sebenarnya siapa kalo ini sebuah skenario, skenarionya siapa dalangnya siapa apakah ia dalam tekanan apakah ini sudah dirancang kita ingin tahu kalau misalnya itu skenario atau murni datang dari dia seperti yang dia ungkapkan.  Kita hargai lah itu prosesnya,” tandasnya.(pur)
sumber:https://nasional.sindonews.com/read/1343983/12/gerindra-tantang-dalang-kebohongan-ratna-sarumpaet-diungkap-1538742823

Fadli Zon Nilai Mungkin Saja Ratna Sarumpaet Penyusup


views: 30.355

Fadli Zon Nilai Mungkin Saja Ratna Sarumpaet Penyusup

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Foto/Dok/SINDOnews
 
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tidak mengetahui pasti apakah Ratna Sarumpaet merupakan penyusup. Namun, menurut dia, bisa saja Ratna Sarumpaet merupakan penyusup di Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
"Ya kita enggak tahu, mungkin saja," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Koalisi Prabowo-Sandiaga dirugikan dengan kabar bohong alias hoaks dari Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya itu. Dia mengatakan bahwa ketika Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya di Bandung, Jawa Barat, pihaknya ingin membela orang yang terzalimi.
Fadli Zon pun mengaku bahwa Ratna Sarumpaet sering mengadu kepada dirinya. Semua laporan dari Ratna Sarumpaet itu, kata dia, selalu disertai foto dan rekaman.
Jadi saya tidak pernah menolak kalau ada orang lapor, apalagi dianiaya itu kan luar biasa," kata Legislator asal Bogor, Jawa Barat ini.
Sekadar diketahui, Ratna Sarumpaet telah diberhentikan dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Kemudian, kemarin Koordinator Juru Bicara Koalisi Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan screening mendalam kepada tim kampanye.
Tujuannya, untuk menghindari adanya penyusupan di internal tim kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga. Niatan itu disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak setelah Ratna Sarumpaet mengakui tidak pernah dianiaya alias menyebarkan kabar bohong.(pur)
sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1343670/12/fadli-zon-nilai-mungkin-saja-ratna-sarumpaet-penyusup-1538656192
Kubu Ratna Sarumpaet: Tunggu Saja, Semuanya akan Terbongkar - JPNN.COM

7 Pelajaran dari Kebohongan Ratna Sarumpaet


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pertama, untuk kita orang awam tentunya tidak mudah membedakan, ini wajah bengkak akibat dipukul atau karena operasi plastik? Karenanya begitu melihat wajah Ratna Sarumpaet bengkak, wajar banyak orang langsung bersimpati dan menyampaikan duka bahkan kecaman lewat medsos.
Kedua, untuk para politisi, sesungguhnya mereka banyak awam juga soal ini. Namun, di HP mereka ada nomor dokter, polisi, psikolog, psikiater yang bisa diminta tolong mengecek sebelum memutuskan untuk mengunggah di medsos apalagi konferensi pers. Di sini penting juga setiap organisasi tim sukses merekrut anggota tim dari latar belakang berbeda seperti dokter, psikiater, psikolog, dan lain-lain.
Ketiga, individu yang mengecam bengkaknya wajah Ratna Sarumpaet di medsos (sebelum ketahuan bohong) bukan saja pendukung Prabowo-Sandi namun juga pendukung Jokowi-Maruf bahkan banyak juga warganet selama ini netral. Motif mereka mengecam bisa berbeda, bisa karena kemanusiaan, politik, dan lain sebagainya.
Keempat, individu yang tidak mengecam bengkaknya wajah Ratna Sarumpaet  di medsos (sebelum ketahuan bohong) bisa karena beberapa hal: 1) tidak suka atau hater-nya Ratna Sarumpaet, 2) tidak suka Prabowo-Sandi dan kebetulan Ratna Sarumpaet mendukung Prabowo-Sandi, 3) tidak mengikuti kejadian karena sibuk urusan lain, 4) mengikuti kejadian namun berhati-hati sebelum merespons informasi. Tipe nomor empat ini yang luar biasa.
Kelima, sejauh pengamatan saya, media online utama (terverifikasi oleh Dewan Pers) yang memberitakan selalu menuliskan dugaan, bukan menuduh. Apalagi mengarahkan pembaca bahwa pelakunya adalah kelompok tertentu.
Keenam, kasus kebohongan Ratna Sarumpaet ini tergolong luar biasa. Namun terjadi juga dalam versi lain di masyarakat. Misalnya pernah ada kejadian si A menyampaikan ke masyarakat bahwa saudaranya atau pacarnya dibunuh, namun setelah diperiksa cukup lama oleh polisi, psikiater, dan ahli lainnya barulah terungkap. Ternyata si A-lah pembunuhya.
Ketujuh, pola pikir jika A terluka maka pelakunya pasti B berbahaya. Kecurigaan di hati boleh saja, namun kebiasaan langsung menuduh lewat medsos akan merugikan. Sebaiknya pelajari berbagai pendapat orang yang benar-benar ahli di bidang tersebut sebelum beraktivitas di medsos. Demikian juga, jika ada kejadian serupa RS jangan juga kita langsung menuduh di medsos bahwa ini bohong atau acting. Pokoknya tunggu pendapat orang yang benar-benar ahli.
Terakhir, situasi bangsa kita sedang sangat berduka, ada musibah di Palu, Donggala, Lombok dan beberapa daerah lainnya. Karena itu sebaiknya diakhiri berbagai lomba banyak-banyakan posting di medsos atau lomba trending topik soal RS dan terkait RS ini di medsos dan internet.
sumber:https://www.wartaekonomi.co.id/read197952/7-pelajaran-dari-kebohongan-ratna-sarumpaet.html
Diskusi Empat Pilar MPR Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI-1
Anggota MPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, pakar komunikasi politik Hamdi Muluk dan anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Komarudin Watubun menjadi narasumber Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (05/10/2018). Hamdi Muluk mengatakan, bila masyarakat ingin berpolitik dengan wawasan yang maju dan hasil yang maksimal maka semua harus mengedepankan adu gagasan dengan basis pada data dan fakta. Hal demikian akan membawa masyarakat dan bangsa kepada hal yang lebih baik. Masalah hoaks perlu diseriusi, dicegah, sebab dampak dari berita yang tak berdata dan berfakta itu bisa memicu kerusuhan sosial.(rat)

Kamis, 04 Oktober 2018

Bagaimana Bencana Dahsyat Itu Terjadi ? Belajar Dengan Jepang Hadapi Gempa dan Tsunami

Jepang Akan Tawarkan Bangun Desa Anti-Tsunami pada Indonesia


views: 8.097
Jepang Akan Tawarkan Bangun Desa Anti-Tsunami pada Indonesia


Jepang menyatakan mereka siap untuk membantu Indonesia membangun desa anti-tsunami sebagai bagian dari proses rekonstruksi di Palu dan Dongala, Sulawesi Tengah. Foto/Reuters

JAKARTA - Jepang menyatakan mereka siap untuk membantu Indonesia membangun desa anti-tsunami sebagai bagian dari proses rekonstruksi di Palu dan Dongala, Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masfumi Ishii.
Berbicara paska melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.F Fachir, Ishii menyatakan Jepang telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada Indonesia. Bantuan itu antara lain pesawat, tenda dan kebutuhan darurat lainnya.
"Saya datang ke sini untuk memberikan laporan bantuan yang akan kami berikan, pertama kami sudah mengerahkan pesawat C-130 milik Unit Pasukan Bela Diri Jepang ke Balikpapan, yang saat ini sudah berada di sana. Pesawat itu akan memulai operasi transportasi dari Balikpapan ke Palu mulai esok hari," kata Ishii pada Jumat (5/10),
"Selanjutnya, barang-barang dukungan darurat tiba di Balikpapan sore ini, dengan nilai sekitar Rp. 3 miliar, dengan rincian 500 tenda, 20 pemurni air, 20 ribu flokulan atau bahan kimia pengolah limbah dan 80 genset. Barang-barang itu akan dikirimkan ke Palu besok," sambungnya.
Ishii lalu menuturkan, dalam pertemuan dengan Fachir dia juga menyampaikan bahwa bukan hanya pemerintah Jepang dan Lembaga Kerjasama Internasional Jepang atau JICA, tapi juga para pengusaha Jepang turut mendonasikan bantuan.
Saat ini, lanjut Ishii sekitar 20 perusaan Jepang yang beroperasi di Indonesia memberikan bantuan dan jumlah bantuan telah bantuan yang telah terkumpul hingga kemarin sekitar Rp. 5 miliar.
"Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan adalah kita saat ini memang tengah berfokus fase darurat. Tapi, seharusnya kita juga mulai memikirkan fase selanjutnya, yaitu rekonstruksi, contohnya seperti membangun desa yang lebih tahan tsunami," ungkapnya.
"Upaya mitigasi tsunami benar-benar penting dalam proses rekonstruksi dan saya kira JICA sudah mulai bekerja untuk mendukung Indonesia dalam hal ini dan saya harap kami akan menyampaikan ide ini secara resmi dalam waktu dekat," ucap Ishii.

Dia menambahkan, ide itu mungkin akan disampaikan pada pekan depan saat pertemuan Badan Moneteri Internasional (IMF) di Bali, di mana ketua JICA akan turut hadir dalam acara itu. "Semoga dalam kesempatan itu kita bisa secara resmi menyampaikan ide ini," tukasnya. Jepang Akan Tawarkan Bangun Desa Anti-Tsunami pada Indonesia(esn)
Foto udara kondisi Palu pascagempa dan tsunami, Selasa (2/10).
Foto udara kondisi Palu pascagempa dan tsunami, Selasa (2/10).
Foto: republika/fakhtar khairon lubis
REPUBLIKA.CO.ID, 
Indonesia, yang dikelilingi sesar atau patahan lapisan bumi, membuat wilayahnya selalu divonis sebagai daerah rawan bencana. Dan, dari bencana-bencana yang terjadi, selain vulkanologi, gempa dan tsunami meninggalkan bekas duka mendalam karena kedahsyatannya.Terakhir dan masih menjadi perbincangan hangat hingga kini adalah gempa Donggala, yang sesaat kemudian memicu gelombang tsunami menerjang Palu. Gempa bumi tektonik dengan kekuatan goncangan 7,4 skala Richter (7,5 magnitudo menurut USGS) yang memicu tsunami itu membuat Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi perhatian dunia.
Badan geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa Sulawesi itu terjadi sebagai akibat pergerakan sesar mendatar pada kedalaman dangkal di bagian dalam lempeng Laut Maluku, yang juga bagian dari sesar tektonik Sunda yang lebih luas. 
Berdasarkan pengamatan dan penelitian, gempa Sulteng itu mengindikasikan ada bagian yang hancur atau pecah pada salah satu sesar yang membelok ke utara-selatan, atau di sepanjang patahan yang mengarah timur-barat pada sisi-kanan.Lembaga geologi itu menegaskan bahwa Indonesia bagian timur khas dengan tektonik kompleks. Di mana, gerakan sejumlah kecil lempeng mikro yang mengakomodasi gerakan skala besar antara lempeng Ausralia, Sunda, Pasifik, dan Laut Filipina.
Di lokasi gempa Donggala pada 28 September 2018, menurut USGS, lempeng Sunda bergerak ke selatan menuju sesar Molucca Sea dengan pergerakan 30 mm per tahun. Meskipun sudah jelas lokasinya di kawasan lempeng-lempeng mikro, gempa 28 September lalu itu lebih menggambarkan pergerakan di area sesar yang lebih besar.Dengan ukuran kekuatannya, gempa Donggala, biasanya bersumber dari pergerakan patahan berukuran sekitar 120x20 km. 
Gempa bumi dangkal dengan ukuran seperti ini sering menimbulkan dampak mematikan bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurut USGS, secara historis, wilayah Sulawesi dan sekitarnya telah menjadi tuan rumah beberapa gempa bumi besar. Dengan 15 peristiwa berkekuatan 6,5 magnitudo dan lebih besar di 250 km dari lokasi pusat gempa 28 September, pada abad sebelumnya.
Yang terbesar adalah gempa 7,9 magnitudo pada Januari 1996, sekitar 100 km di sebelah utara dari peristiwa 28 September 2018. Gempa 28 September 2018 didahului dengan serangkain gempa bumi kecil hingga sedang selama berjam-jam.
Ada juga guncangan susulan yang aktif, dengan 10 kejadian 4,7 magnitudo dan lebih besar dalam tiga jam setelah gempa terbesar itu. Gempa susulan terbesar dalam rentang waktu itu adalah 5,8 magnitudo, sekitar 12 menit setelah gempa 7,4 SR.
Gempa pemicu tsunami
Semua tsunami merupakan peristiwa besar. Pemicunya adalah gangguan geologi besar, seperti longsor, letusan gunung berapi, gempa bumi, atau bahkan meteor besar yang jatuh ke lautan.
Tidak semua gempa menimbulkan tsunami, dan menurut NOVA (program sains yang populer di AS) gempa dengan episentrum di 85 km barat laut Banda Aceh pada 2004 silam merupakan mesin pembuat gelombang dahsyat.
Menurut NOAA Center for Tsunami Research, tsunami itu dipicu gempa 9,1 skala Richter yang menghasilkan energi setara 23 ribu kalinya bom atom Hiroshima. Gempa itu memindahkan miliaran ton air yang membentuk gelombang tsunami.
Ketika gempa kuat 9,1 SR melanda wilayah pesisir Aceh, Indonesia pada 26 Desember 2004, pergerakan dasar laut menghasilkan tsunami lebih dari 30 meter (100 kaki) di sepanjang garis pantai yang berdekatan, menewaskan 240 ribu jiwa di Indonesia. Dari sumber gempa yang sama, tsunami terpancar keluar dan dalam waktu dua jam telah menelan 58 ribu jiwa di Thailand, Sri Lanka, dan India.
Tsunami merupakan serangkaian gelombang laut yang disebabkan oleh gangguan permukaan laut yang besar dan tiba-tiba. Jika gangguan tersebut dekat dengan garis pantai, tsunami lokal dapat menghancurkan komunitas pesisir dalam hitungan menit.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki risiko terhadap ancaman bencana tsunami. Waktu untuk menyelamatkan diri dari tsunami pun hanya 30 menit hingga 40 menit.
"Karena itu, mitigasi bencana tsunami penting," kata Sutopo dalam jumpa pers terkait gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Rabu (3/10).
Anatomi tsunami
Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu berarti "pelabuhan" dan nami yang artinya "gelombang". Dengan pemicu gempa bumi, tsunami biasanya terjadi akibat dorongan dan tekanan kuat dari lempeng bumi yang saling bertubrukan.
Kondisi dalam bumi yang mengandung banyak lapisan termasuk magma, bisa bergerak sesuai perubahan alamiahnya. Dan fenomena inilah yang mendorong lempeng bumi menyesuaikan.
Tsunami dahsyat di Aceh pada 2004 telah diteliti banyak ahli geologi dunia. Dan NOAA Center for Tsunami Research menggambarkan bagaimana lempeng bumi bergerak dan menjadi pemicu gelombang raksasa berkecepatan seperti pesawat jet menghantam daratan sebagian Sumatra waktu itu.
Waktu itu dua lempeng bumi besar yang bertemu bergerak, di mana lempeng Indo-Ausralia mendorong lempeng Eurasia dengan kuat. Seperti mendorong papan hingga melengkung, dan ujung yang sudah melengkung akibat dorongan itu kemudian terlepas.
Selain dorongan itu membuat rongga dan menyedot air laut turun ke bawah, kekuatan hentakan ujung lempeng yang terlepas setelah terdorong itu juga menimbulkan energi dorongan yang sangat besar dari dasar laut ke permukaan. Itulah penyebab munculnya gelombang sangat besar yang disebut dengan tsunami dan efek dorongannya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kilometer, dengan dampak terkuat dirasakan lingkungan pesisir pantai yang berdekatan.
Seperti menjatuhkan benda padat ke dalam air, tsunami muncul karena adanya dorongan terhadap air. Beda dengan yang disebabkan oleh jatuhnya meteor besar, tsunami yang bersumber dari gempa bumi dorongannya berasal dari dasar laut.
Bencana ini sulit diprediksi karena gempa sebagai penyebabnya juga sulit diprediksi. Tetapi, para ilmuwan telah bekerja keras sejak tsunami Aceh untuk bagaimana bisa mengetahui secara dini gejala tsunami.
Alat pendeteksi dini tsunami bernama buoy pun ditebar di Samudra Hindia dan Pasifik. Tad Murty, seorang ahli tsunami di Universitas Manitoba di Winnipeg, Kanada, pernah mengatakan bahwa sistem peringatan dini tsunami di Samudera India akan menghabiskan dana antara 250 juta hingga 400 juta dolar AS.
Alat-alat dan teknologi ini penting karena ancaman gempa dan tsunami masih akan terus ada dan kita belum tahu akan terjadi di mana dan seperti apa dampaknya. Pelajaran terakhir adalah gempa Donggala dan tsunami Palu.
Memanfaatkan mangrove
Peneliti Geofisika Kelautan LIPI Nugroho Dwi Hananto mengatakan, mangrove dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar akan bekerja seperti jaring untuk menghadang gelombang laut seperti tsunami. Ia pun menyarankan, pesisir pantai di Indonesia ditanami mangrove.
"Seperti baskom berisi air lalu dimasuki spon, maka akan ada bagian air yang bergolak namun ada pula yang tenang karena terhalang oleh spon tadi," kata Nugroho, Rabu (3/10).
Nugroho menerangkan, sama halnya ketika ada pesisir yang rapat ditumbuhi mangrove maka akan ada reaksi. Di mana air yang ada di sisi daratan akan lebih tenang.
"Sekarang kita perlu lihat apakah pantai-pantai kita masih ada mangrovenya atau tidak. Kalau ada kita perlu pelihara, kalau tidak ada tapi (daerahnya) potensial ditanami mangrove maka tanamilah," ujar dia.
Karena selain bisa meredam tsunami, Nugroho mengatakan mangrove juga bisa memberikan jasa lingkungan seperti penyerapan karbon dan menjadi tempat memelihara ikan-ikan dan satwa laut lainnya. Mangrove, lanjutnya, juga memiliki karekter tumbuh di pantai yang tidak curam. Karena di sana tumbuhan ini tidak terhantam ombak.
"Bisa saja kita tegakkan dengan bambu, tapi memang tidak semua pantai bisa kita kasih mangrove. Jadi perlu dilihat cocok atau tidak," kata Nugroho.
Jika tidak cocok maka untuk keperluan mitigasi di daerah pesisir bisa dibangun tembok penahan tsunami, seperti yang dilakukan di Jepang. Atau cara lain dengan membuat jalur evakuasi, lanjutnya.
Untuk pantai-pantai di Teluk Palu, menurut Nugroho, memang akan jarang ditumbuhi mangrove mengingat daerah itu merupakan perairan dalam. Kecenderungannya jika teluk dalam dan menyisakan sedikit pantai maka gelombangnya akan besar, sehingga tumbuhan seperti mangrove akan sulit berkembang.
"Jaman dulu orang memang suka membuat kota di teluk karena biasanya ombaknya tenang. Tapi kita juga belajar, seharusnya kota tidak dibangun di atas sesar aktif," kata Nugroho.
Sumber : Antara