Rabu, 26 September 2018

Manta Pemulung Yang Jadi Juara

Sejumlah atlet menjadi bahan pembicaraan netizen.

Sampai Senin (27/08), Indonesia sudah melewati target perolehan medali emas di Asian Games 2018, yaitu dengan 22 emas. Total, Indonesia sudah meraih 64 medali, melebihi pencapaian tertinggi pada 1962 silam, dengan 51 medali.
Namun, perolehan medali ini bukan satu-satunya yang menjadi buah bibir penonton. Asian Games juga mencuatkan nama sejumlah atlet Indonesia ke panggung popularitas, karena berbagai kondisi, prestasi dan aksi yang mereka lakukan. VOA Indonesia merangkum lima di antaranya.
Si Kembar Mantan Pemulung
“Kehidupan ini keras.. Saudara.. Tapi jangan gampang menyerah dengan keadaan. Allah tidak akan merubah jika kita tidak merubahnya sendiri.”
Tulisan di akun Instagram, @lenitwins ini hampir di-like 3.000 kali. Pemilik akun, Leni dan saudari kembarnya, Lena adalah atlet sepak takraw Indonesia yang ikut berlaga di Asian Games 2018.

Foto yang mendampingi tulisan di unggahan Instagram tersebut, sekaligus menjadi gambaran perjuangan hidup keduanya.
Sebelum menjadi atlet sepak takraw, Lena dan Leni, yang tumbuh di keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, harus berjuang dari hari ke hari agar bisa ‘bertahan hidup’.
Mulai dari menjadi pekerja cuci piring, buruh cuci baju, hingga memulung, mereka lakukan.

Bahkan, menjadi atlet sepak takraw dipilih agar mereka bisa terus bersekolah.
“Soalnya di sekolah (SMA), kalau jadi atlet takraw, gratis sekolahnya,” kata Lena dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh kanal resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Youtube.

Para netizen pun ramai memberikan pujian.
Misalnya pemilik akun Twitter @sayasinners yang mencuit, “From zero to hero. Proud!”.
Sepanjang karir mereka yang dimulai 2006 lalu, keduanya telah meraih berbagai prestasi, mulai menyumbangkan 2 medali perunggu di Asian Games 2014 di Incheon, hingga medali perak di Sea Games 2017.

Berkat prestasi tersebut, Lena dan Leni, bahkan telah memberangkatkan kedua orang tua mereka pergi berhaji.
Meskipun begitu, hingga berita ini diturunkan, mereka belum menyumbangkan medali pada Asian Games 2018.
Suami-Istri Peraih Emas
Iqbal Candra Pratama dan Sarah Tria Monita adalah dua atlet yang menjadi bagian tim pencak silat Indonesia yang menyapu bersih 8 emas di Asian Games 2018, Senin (27/08).
Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa keduanya adalah pasangan suami-istri. Mereka bahkan baru menikah 23 Maret 2018 lalu.



Iqbal Candra Pratama (kanan) meraih emas di kelas 60-65kg.
Iqbal Candra Pratama (kanan) meraih emas di kelas 60-65kg.
Sang suami, Iqbal, meraih emas di kelas D (60-65kg) setelah mengalahkan pesilat Vietnam, Ngoc Toan Nguyen dengan skor 1-4.
Lelaki berusia 22 tahun itu mendalami pencak silat sejak masih berusia 10 tahun.
Sementara, sang istri, Sarah, merebut emas di kelas C (55-60kg) setelah mengalahkan atlet Laos, Nong Oy Vongphakdy, dengan skor telak 5-0.



Sarah Tria Monita (kiri) merebut emas di kelas 55-60kg.
Sarah Tria Monita (kiri) merebut emas di kelas 55-60kg.
Sarah, yang kini berusia 22 tahun, mulai serius menekuni pencak silat sejak 8 tahun lalu.
Kepada wartawan di Jakarta, Iqbal dan Sarah bercerita bahwa mereka saling menyemangati satu sama lain jelang final.
“Tadi malam begitu tau besok main, ngomong besok fokus ya sama-sama tanding, sama-sama berjuang, kalau bisa harus raih emas untuk Indonesia," cerita Iqbal, Senin, (27/08).
Dengan raihan emas ini, sesuai janji Kementerian Pemuda dan Olahraga, keduanya akan memboyong pulang uang total Rp3 miliar, di samping berbagai hadiah lain.
Terkaya dan Raih Medali
Berusia 78 tahun, Michael Bambang Hartono adalah atlet paling tua yang berlaga di Asian Games 2018.
Dia membela Indonesia di cabang olahraga bridge dan telah menyumbangkan medali perunggu.



Michael Bambang Hartono menjadi atlet tertua yang berlaga di Asian Games 2018.
Michael Bambang Hartono menjadi atlet tertua yang berlaga di Asian Games 2018.
Lelaki kelahiran Kudus, Jawa Tengah, yang gemar bermain bridge sejak berusia 6 tahun itu, juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.
Menurut catatan Forbes pada Maret 2018, total pundi-pundinya mencapai $16,7 miliar atau sekitar Rp225 triliun.

Tidak hanya itu, Bambang, yang merupakan pemilik perusahaan rokok Djarum dan punya investasi di Bank BCA, menempati urutan ke-75 orang terkaya sedunia.
Seorang pengguna media sosial dengan akun @gilangdwinata menggunakan akun Twitter-nya berseloroh, saat mendapat hadiah medali senilai Rp500 juta, Bambang akan menjawab, “Aduh gk usah repot2 saya buru2 ini udah ditungguin tamu. udah itu pegang dulu aja (uangnya)."

Pemerintah memang menjanjikan berbagai hadiah untuk atlet peraih medali di Asian Games 2018.
Yosi, pemilik akun Twitter @freenandyka juga bercanda menulis, “Akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun, Bambang Hartono keterima jadi PNS. Takdir manusia memang tak tertebak. Selamat.”
Tukang Lipat Parasut Berprestasi
Kamis (23/08) bisa jadi adalah salah satu hari paling membahagiakan di hidup Jafro Megawanto. Dia berhasil meraih medali emas cabang olahraga paralayang, nomor akurasi tunggal putra.
Namun, sebelum bergelimang prestasi, 9 tahun lalu, saat Jafro masih berusia 13 tahun, dia ternyata adalah seorang tukang lipat parasut. Gajinya kala itu hanya Rp5.000.



Jafro Megawanto bekerja sebagai pelipat parasut sebelum menjadi atlet.
Jafro Megawanto bekerja sebagai pelipat parasut sebelum menjadi atlet.
Hasratnya untuk menjadi atlet juga sempat terkendala biaya untuk berlatif.
Namun, segala jerih payahnya terbayarkan ketika pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Timur, Jafro menyumbangkan satu medali emas untuk Jawa Timur.

Prestasinya pun kemudian mulai mendunia. Pada 2017, Jafro meraih peringkat kedua Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) Paralayang di Kanada.
Memasuki 2018, prestasinya pun semakin mentereng.
Selain menjadi juara pada Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) di Kazakhstan, dia juga bertengger pada peringkat kelima dunia, daftar atlet paralayang nomor ketepatan mendarat tunggal putra.
Selebrasi Buka Baju
Namun, rasanya tidak ada atlet Indonesia yang bisa membuat netizen ramai bergemuruh berkomentar di lini massa, melebihi pebulu tangkis Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo.



Jonatan Christie melakukan selebrasi masuk ke final dengan melepas bajunya.
Jonatan Christie melakukan selebrasi masuk ke final dengan melepas bajunya.
Usai mengalahkan pebulu tangkis Jepang, Kenta Nishimoto, dalam tiga set pada babak semi final, Senin (27/08), Jojo melakukan selebrasi kemenangannya dengan membuka baju.
Warganet pun ramai mengomentari aksi itu dengan menggunakan Tagar #AyoJojo atau #JojoBisa.

Pemilik akun Twitter @nur_halizaa mencuit, “ Masih terbayang bayang indah di dalam pikiran ketika jojo bisa ngepel di lapangan, kemudian buka baju di lapangan lalu menunjukkan badannya yg super duper ADUHHHHH lalu lempar baju ke penonton ARGH pikiranku masih terngiang ngiang olehmu jo..”
Sementara dengan nada bercanda, warganet bernama Susi menggunakan akunnya, @susijacinda22 menulis, “Untunglah si jojo gak lagi habis kerokkan, gak bisa bayangin dech tambah kerenkan klo ada lorengnya kyk tutul gtu??”

“Untung Jojo tadi selebrasi nya buka baju doang , kalo buka warung bisa ribet deh tuh,” cuit M. Nugroho T.

Prestasi Jojo yang masih berusia 20 tahun, ternyata membuat sejumlah warganet bertanya-tanya soal prestasinya sendiri.
“Liat atlit2 udah ada pencapaian diumur segitu lah gue? Jadi pgn balik kecil lagi biar bisa bangun ulang idup gue. Sedih bgt,” tulis pemilik akun @lovethemall99.

Masuk ke babak final, Jonatan Christie akan bertarung melawan pebulu tangkis Taiwan, Chou Tienchen, Selasa (28/08) siang.
Tienchen adalah atlet yang sebelumnya menaklukkan atlet Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.

Pemilik akun @irvankhatami_ pun menulis, “Harapan gue mlm ini sbelum menutup mata untuk tidur,:Bsk Jojo bisa sukses menangin medali emas dan mmbuat lagu Indonesia Raya berkumandang di Istora, serta mmbuat bendera Indonesia ada di puncak tertinggi tiang. Amin.” (RH)

Salah satu perusahaan media paling menguntungkan di Eropa.

Rupert Murdoch


Rupert Murdoch

Rupert Murdoch's 21st Century Fox akan menjual 39% sahamnya di Sky to Comcast, mengakhiri kontrol media mogul terhadap penyiar satelit setelah hampir tiga dekade. Tidak jelas apakah Fox akan mempertahankan posisinya di Sky setelah Comcast memenangkan perang penawaran £ 30bn untuk penyiar satelit pada hari Sabtu.

Awal tahun ini, Fox tampaknya akan memenangkan kendali 61% dari Sky yang belum dimiliki sampai Comcast melangkah dengan tawaran saingan. Apa selanjutnya untuk Murdoch setelah Sky deal? Comcast mengalahkan Fox dengan £ 30bn tawaran Sky Disney dalam kesepakatan Fox $ 52bn Pada bulan Juli, Fox menaikkan penawarannya menjadi £ 24.5bn, tetapi kemudian dikalahkan oleh tawaran £ 26bn dari pemilik NBC. Comcast akhirnya menawarkan £ 4 miliar lebih dalam pelelangan untuk memastikannya menang dalam pertempuran untuk Sky, salah satu perusahaan media paling menguntungkan di Eropa. Fox mengatakan pada hari Sabtu itu "mempertimbangkan pilihannya" untuk mengambil 39% di Sky, tetapi banyak analis mengharapkan untuk menjual ke Comcast.
21st Century Fox


https://www.bbc.com/news/business-45654792

Barikade Gus Dur Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin; Kubu Prabowo Tak Kaget


Barikade Gus Dur Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Anak Alm. Abdurahman Wahid, Yenny Wahid (tengah) membacakan surat  deklarasi  konsorsium kader Gus Dur di  Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jakarta, Rabu (26/9).
Anak Alm. Abdurahman Wahid, Yenny Wahid (tengah) membacakan surat deklarasi konsorsium kader Gus Dur di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jakarta, Rabu (26/9) Foto: Republika/Iman Firmansyah
).
Salah satu pertimbangan yang dilakukan yaitu dengan 
melihat visi-misi capres cawapres
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Priyio Sambadha mengakui ada banyak pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan mendukung pasangan capres nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Salah satu pertimbangan yang dilakukan yaitu dengan melihat visi - misi capres cawapres.
"Kami tetap menganggap kedua capres cawapres itu para putera terbaik bangsa ini, jadi kami memilih ini memutuskan ini dengan pertimbangan yang obyektif ya. Jadi kami mendengarkan berbagai pihak setelah mempelajari visi dan misi," kata Priyo usai deklarasi di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Kalibata, Jakarta, Rabu (26/9).
Priyo menjelaskan Barikade Gus Dur juga mendengarkan arahan dari para kyai di kampung-kampung yang beristikharah. Selain itu para pemuka agama lain juga menjadi pertimbangan Barikade Gus Dur dalam menentukan pilihan.
"Kemudian yang terakhir tentunya kami mendengarkan arahan keluarga inti dari Gus Dur. Karena kami memang dari Barikade Gus Dur ini selalu taat dan patuh arahan dari keluarga inti Gus Dur dalam hal ini diwakili Yenny," ujarnya.
Ia juga tidak memungkiri bahwa di dalam pembicaraan mengenai arah dukungan sempat ada perbedaan pendapat. Namun semua memutuskan untuk bulat sepakat satu suara ketika sudah diputuskan. Untuk diketahui Barisan Kader Gus Dur merupakan salah satu dari sembilan elemen yang ikut mendukung Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019
Ini Pertimbangan Barikade Gus Dur Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
Rabu 26 September 2018 21:36 WIB
Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Dukung Jokowi-Ma'ruf, Yenny Wahid Tak Peduli Ada Cak Imin

views: 5.142
Dukung Jokowi-Maruf, Yenny Wahid Tak Peduli Ada Cak Imin


Putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zanuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA - Putri Presiden RI Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid telah mendeklarasikan dukungannya untuk Pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin. Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah lebih dahulu berada di barisan Koalisi Indonesia Kerja (KIK).
Lalu, apakah hubungan Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid dengan Cak Imin sudah membaik, sehingga memberikan dukungan kepada Pasangan Jokowi-Ma'ruf ?
Yenny Wahid mengaku tidak memperdulikan keberadaan Cak Imin di Koalisi Jokowi-Ma'ruf dalam memberikan dukungannya itu.
"Saya tidak pernah mendasari keputusan-keputusan saya atas dasar pertimbangan apakah ada Cak Imin atau tidak, jadi enggak ada hubungannya," ujar Yenny Wahid di Rumah Pergerakan Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).
Sekadar informasi, hubungan Cak Imin dengan Yenny Wahid memanas sejak tahun 2008 silam. Konflik keduanya diawali dengan pemecatan Cak Imin dari posisi Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB oleh Gus Dur yang saat itu menjabat Ketua Dewan Syuro PKB.
Yenny saat itu ingin menjaga marwah ayahnya dan menolak memberi pintu damai bagi Cak Imin. Aksi saling klaim dan gugat dilancarkan oleh keduanya.
Kemudian saat dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Tanfidz PKB, Cak Imin menyingkirkan Yenny Wahid dari keanggotaan PKB. Alasannya, Cak Imin menilai Yenny Wahid sebagai dalang pemecatannya oleh Gus Dur.
Yenny Wahid pun melakukan perlawanan. Gugatan demi gugatan dilakukan Yenny Wahid. Menjelang Pemilu 2009, keduanya mengklaim pengurus PKB yang sah.
Yenny Wahid maupun Cak Imin pun hadir dalam acara pengambilan nomor urut partai peserta Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keduanya sempat berebut kertas nomor urut, walaupun kemudian mengangkatnya bersama-sama.
Setelah kubu Cak Imin dengan Sekretaris Jenderal Lukman Edy telah disahkan melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM, Yenny Wahid membuat Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Namun, PKBIB dinyatakan tidak lolos verifikasi partai peserta Pemilu 2014.(pur)

Sabtu, 01 September 2018

Indonesia Negara Asia Tenggara Terbaik Di Asian Games 2018.



Kontingen Indonesia hingga satu hari jelangpenutupan Asian Games mengumpulkan 
31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu, 
dengan menempati peringkat ke-4. 


Tumbangkan Jepang, Indonesia rebut medali emas sepak takraw
Pemain sepak takraw putra Indonesia Saiful Rijal (bawah) menendang bola dihalangi pemain Cina Xinyu Kang (kiri) pada pertandingan penyisihan quadrant putra sepak takraw Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8/2018). Indonesia menang 2-0 atas Cina.
(ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)


Sepak takraw sumbang emas terakhir kontingen Merah-Putih
Pelatih tim sepak takraw Indonesia Asry Syam diangkat oleh pemain dan ofisial seusai menang melawan tim Jepang pada final sepak takraw quadrant putra Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (1/9/2018). Tim Indonesia memperoleh medali emas, medali perak diraih Jepang sedangkan perunggu diraih Singapura dan Vietnam.(ANTARA FOTO/INASGOC/Wahyu Putro A

Final Hoki Putra, asian games

Final Hoki Putra, asian games


Pemain Jepang melakukan selebrasi setelah mengalahkan Malaysia dengan adu penalti dalam pertandingan final Hoki putra Asian Games 2018 di Lapangan Hoki, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/9/2018). (ANTARA FOTO/ INASGOC/Dadang Tri)










Nama-Nama Atlet Indonesia Peraih Medali di Asian Games 2018

Sejarah diciptakan kontingen Indonesia dengan raihan gemilang 
pada Asian Games 2018. 
Total, pahlawan-pahlawan olahraga Tanah Air meraih 98 medali dengan rincian 
31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. 
Capaian tersebut membawa Indonesia duduk di peringkat empat 
klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018.
Cabang olahraga (cabor) pencak silat menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia. Tercatat 14 medali emas dan satu perunggu disumbangkan oleh para pesilat hingga Sabtu (1/9/2018) malam WIB.
Di tempat kedua ada cabor bulu tangkis yang meraih total delapan medali dengan rincian dua emas, dua perak, dan empat perunggu. Selanjutnya ada panjat dinding dengan tiga emas, dua perak, dan satu medali perunggu.
Lindswell Kwok
Prestasi tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara terbaik di ajang Asian Games 2018. Catatan tersebut juga merupakan yang terbaik sepanjang keikutsertaan kontingen Indonesia di ajang olahraga multicabang terbesar se-Asia tersebut.
Berikut daftar lengkap atlet-atlet peraih medali untuk kontingen Indonesia hingga Sabtu (1/9/2018)
Medali Emas
Defia Rosmaniar (taekwondo)
Lindswell Kwok (wushu)
Tiara Andini Prastika (downhill)
Khoiful Mukhib (downhill)
Eko Yuli Irawan (angkat besi)
Tim putra ketepatan pendaratan (paralayang)
Jafro Megawanto (paralayang)
Aries Susanti Rahayu (panjat tebing)
Tim putra LM8+ (dayung)
Christoper Rungkat /Aldila Sutjiaji (tenis)
Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Puspa Arum Sari (pencak silat)
Yola Primadona & Hendy (pencak silat)
Nunu Nugraha, Asep Wildan Sani, Anggi Faisol Mubarok (pencak silat)
Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat)
Komang Harik Adiputra (pencak silat)
Iqbal Chandra (pencak silat)
Sarah Tria Monita (pencak silat)
Abdul Malik (pencak silat)
Tim beregu putri (panjat tebing)
Tim beregu putra (panjat tebing)
Jonatan Christie (bulu tangkis)
Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo & Marcus Fernaldi Gideon (bulu tangkis)
Sugianto (pencak silat)
Sidan Wilantari & Ni Made Dwiyanti (pencak silat)
Pramudita, Lutfi, Gina (pencak silat)
Pipit Kamelia (pencak silat)
Hanifan Yudani Kusumah (pencak silat)
Wewey Wita (pencak silat)
Tim sepak takraw putra
Medali Perak
Edgar Xavier Marvelo (wushu)
Sriwahyuni (angkat besi)
Tim putri ketepatan pendaratan (paralayang)
Tim putra (bulu tangkis)
Tim putra LM4 (dayung)
Puji Lestari (panjat dinding)
Tim putra quadruple scull (dayung)
Emilia Nova
Aero Sutan Aswar (jetski)
Rifda Irfanaluthfi (senam)
I Gusti Bagus Saputra (BMX)
Tim perahu naga putri (dayung)
Muhammad Sejahtera Dwi Putra (menembak)
Emilia Nova (atletik)
Andri Sugiarto, dkk (dayung)
Tim beregu putra (panjat tebing)
Diananda Choirunissa (panahan)
Tim Sepaktakraw putra
Ganda putra Muhammad Ardianto/Fajar Alfian (bulu tangkis)
Voli pantai putra
Jason Denis (skateboard)
Sanggoe Tanjung Darma (skateboard)
Albert Alexander Sie (soft tenis)
Tim estafet putra 4x100 m (atletik)
Riska Andriyani (kano)
Medali perunggu
Nining Porwaningsih (downhill)
Suratman (angkat besi)
Achmad Hulaefi (wushu)
Tim putri (bulu tangkis)
Tim putra (sepaktakraw)
Yusuf Widianto (wushu)
Puja Riyaya (wushu)
Julianti & Rokayah (dayung)
Rika Wijayanti (paralayang)
Aspar Jailolo (panjat tebing)
Tim putri women’s four (dayung)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Agus Prayoko (senam indah)
Ganda putra (sepaktakraw)
Wiji Lestari (BMX)
Ahmad Zigi Zaresta Yuda (karate)
Cokorda Istri Agung Sanistyarani (karate)
Rusdana Amri (pencak silat)
Tim putra (dayung)
Tim mixed (bridge)
Tim supermixed (bridge)
Jintar Simanjuntak (karate)
Sapwaturahman (atletik)
Ganda putri Greysia Polii & Rahayu Apriyani (bulu tangkis)
Ganda campuran Tontowi Ahmad & Liliana Natsir (bulu tangkis)
Ganda putri Juliana & Utami (voli pantai)
Anthony Sinisuka Ginting (bulu tangkis)
Riau Ega Agata Salsabilla (panahan)
Ganda putra Gilang Ramadhan & Danangsyah Yudistira (voli pantai)
Pevi Putra Permana (skateboard)
Prima Simpati Aji (soft tenis)
Dwi Rahayu Pitri (soft tenis)
Bunga Nyimas (skateboard)
Tim beregu putra (paralayang)
Tim beregu putri (paralayang)
Shifa Khasani Najmu (kurash)
Ganda putri Riska Andriyani & Nur Meni (kano)
Tim putri (sepaktakraw)
Huswatun Hasanah (tinju)
Amoragam Sunan Agung (tinju)
Tim putra (sof tenis)
Mixed team (bridge)
Ganda putra (bridge)
Sumber: https://sports.okezone.com/read/2018/09/01/601/1944668/nama-nama-atlet-indonesia-peraih-medali-di-asian-games-2018?page=3
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 01 601 1944668 nama-nama-atlet-indonesia-peraih-medali-di-asian-games-2018-GLF8xFtTni.jpg
Tim seni beregu putra pencak silat (Foto: INASGOC)
Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 01 September 2018 21:28 WIB
(ADP)