Rabu, 22 Agustus 2018

Zohri Pulang Kampung Ditemani Ketua Umum PB PASI Bob Hasan-Pengacau Asian Games Dideportasi ke Taiwan



Lalu Muhammad Zohri Pulang Kampung Ditemani Ketua Umum PB PASI Bob Hasan

TEMPO Jumat, 31 Agustus 2018 21:00:13
Lalu Muhammad Zohri ditemani Bob Hasan dan Komandan Korem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengunjungi rumahnya di Lombok Utara, yang direnovasi TNI (Dok. Korem 162)
Lalu Muhammad Zohri ditemani Bob Hasan dan Komandan Korem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengunjungi rumahnya di Lombok Utara, yang direnovasi TNI (Dok. Korem 162)
   
TABLOIDBINTANG.COM - Sprinter Lalu Muhammad Zohri pulang kampung ke Lombok Utara, pada Jumat, 31 Agustus 2018, pukul 11.30 WITA. Lalu Muhammad Zohri yang ikut merebut medali perak estafet 4 x 100 meter Asian games 2018 datang ditemani Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.
Ini merupakan kedatangan pertama Lalu Muhammad Zohri ke kampungnya, setelah Lombok diguncang gempa, awal Agustus 2018. Sesuai keterangan Kepala Penerangan Komando Resor Militer 162 Wirabhakti, Mayor Dahlan, Zohri pulang ke rumahnya di Dusun Karang Pangsorn, Desa Pamenang Barat, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Lombok Utara.
Dahlan mengutip pembicaraan Bob Hasan dengan Lalu Muhammad Zohri mengenai pulang kampungnya tersebut. ''Kamu mau tinggal di sini,'' kata Bob Hasan sewaktu berada di rumah yang selesai direnovasi TNI selama sebulan terakhir. Zohri menjawab, ''Ya sampai akan balik ke Jakarta nanti.''  

Lalu Muhammad Zohri yang juara lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Junior ini, juga ditemui Komandan Korem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani yang menjadi penanggung jawab renovasi pembangunan rumahnya dari semula terbuat dari dinding anyaman bambu menjadi dinding papan kayu. Rumah tersebut rencananya diserahkan langsung oleh Panglima TNI. Rumah tersebut tetap berdiri kokoh walaupun telah diguncang oleh gempa berulang-ulang kali.
Lalu Muhammad Zohri mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan ulang rumahnya. "Terima kasih kepada Bapak Panglima TNI yang telah membantu untuk merehab rumah yang penuh kenangan bersama orang tua saya dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya", kata Zohri. Bob Hasan juga mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI dan jajaran karena telah membantu merehab rumah Lalu Muhammad Zohri. ''Rumah ini baik, tahan gempa dan nyaman untuk ditempati atlet bertaraf internasional,'' kata Bob Hasan.
   
Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo

Senin, 20 Agustus 2018

Kisah Pemanjat Tiang Bendera Merah Putih.


Joni Gala dapat rumah dan sepeda dari Presiden

Joni Gala dapat rumah dan sepeda dari Presiden
Joni Gala bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (20/8) (Desca Lidya Natalia)

Jakarta (ANTARA News) - Yohanes Andekala Marcal Lau alias Joni Gala, siswa SMP kelas 1 dari kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur mendapatkan hadiah rumah dan sepeda dari Presiden Joko Widodo.

"Pertanyaan terakhir, Joni mau minta apa ke saya?" tanya Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin.

"Sepeda," jawab Joni yang mengenakan seragam SMP berupa kemeja putih dan celana pendek warna biru tersebut dalam acara Silaturahim Presiden RI dengan Teladan Nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Gita Bahana Nusantara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kamu ini jauh-jauh dari Belu kok hanya minta sepeda? Apa hanya itu?" tanya Presiden.

"Minta bikinin rumah saja," jawab Joni.

Joni pada Jumat (17/8) memanjat tiang bendera saat upacara peringatan Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di pantai Motaain, Desa Silawan kabupaten, kecamatan Tasifeto Timur, kabupaten Belu, NTT

"Sudah itu saja sepeda sama rumah? Dah, jangan nanti saya tanya nambah lagi nanti," kata Presiden.

Presiden secara khusus berbincang-bincang dengan Joni selama sekitar 7 menit di depan para undangan.

"Ini ada tamu masih SMP kelas 1 Jon sini Jon. Dia berani panjat tiang bendera 20 meter, sekali lagi ada yang berani seperti Joni? Tiang yang itu loh ya bukan tiang yang lain, tiang bendera di sini gede, di sana kecil banget, kalau ada yang berani naik tiangnya yang dinaiki Joni, saya beri sepeda. Kamu tahu apa ya? Menaiki tiang yang kamu lakukan itu ada bahayanya, terus terang waktu saya melihat, mikir khawatir dan cemas, gimana? Kok gak takut menaiki tiang yang kecil yang katanya pas kamu sakit perut ya? Bagaimana?" tanya Presiden.

"Begini pertama saya sakit perut, terus ditarik mundur suruh ke UKS," kata Joni.

"Di ruangan diobati tidak?" tanya Presiden.

"Tidak," jawab Joni yang mengundang tawa.

"Hanya disuruh duduk? Gak diobati atau dikasih makan?" tanya Presiden.

"Diberi minum," jawab Joni.

"Tidak diberi obat?" tanya Presiden.

"Nggak," jawab Joni.

"Terus kamu duduk, duduk atau tiduran?" tanya Presiden.

"Tiduran," jawab Joni.

"Berarti sakit beneran dong? Terus setelah tiduran?" tanya Presiden.

"Terus ada bapak wakil bupati bilang siapa bisa manjat tiang bendera langsung saya bangun lari," jawab Joni.

"Kamu tiduran, upacaranya berlangsung, bapak wakil bupati memanggil, siapa bisa manjat tiang bendera terus?" tanya Presiden.

"Sa langsung buka sepatu ke lapangan," jawab Joni.

"Terus langsung manjat gak bilang ke bapak wakil bupati saya mau manjat?" tanya Presiden.

"Enggak," jawab Joni.

"Langsung naik ke tiang?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Yakin bisa naik sampai puncak?" tanya Presiden.

"Yakin," jawab Joni.

"Kenapa yakin? Saya lihat pas kamu sampai di tengah kamu berhenti ngos-ngosan begitu?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Kenapa berhenti?" tanya Presiden.

"Capai," jawab Joni.

"Ya iya saya lihat waktu sudah sampai setengah kamu udah ngos-ngosan usdah capai ini, terus? Berhenti dulu lalu naik lagi?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Kenapa yakin sudah sering manjat-manjat pohon?" tanya Presiden.

"Manjat pinang," jawab Joni.

"Ooh, biasa manjat pinang, sehari berapa kali? Atau sebulan berapa kali? Atau seminggu berapa kali? Sekali sebulan manjat pinang?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Tinggian tiang bendera atau pinang?" tanya Presiden.

"Tiang bendera," jawab Joni.

"Iya tiang bendera kan tinggi banget dan pinang pohonnya lebih tinggi, terus setelah manjat sampai di puncak ngapain?" tanya Presiden.

"Talinya diambil terus digigit," jawab Joni.

"Terus melorot ke bawah?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Di tengah juga berhenti lagi waktu melorot ke bawah, capai juga?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Capai?" tanya Presiden.

"Capai," jawab Joni.

"Melorot sampai bawah tetap kamu gigit?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Terus sampai di bawah?" tanya Presiden.

"Sudah ada wakil bupati," jawab Joni.

"Terus benderanya bisa naik?" tanya Presiden.

"Iya," jawab Joni.

"Saya titip ya belajar yang baik, kan udah dapat beasiswa juga kan? Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu. Pengen jadi apa?" tanya Presiden.

"Pengen jadi tentara," jawab Joni.

"Ya sudah langsung daftar ke Panglima, langsung daftar kamu, jaga kesehatan, ya sudah silakan duduk," jawab Presiden.

Anak kesembilan dari pasangan Viktor Lino Fahik Marsal dan Lorensa Gama itu pun mendapat tepuk tangan meriah dari para undangan di ruang resepsi Istana Negara.

"Ini apa yang dilakukan Joni sesuatu yang membahayakan dan harus diingatkan, tapi itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih yang saya kemarin baca wawancara dengan Joni ingin agar merah putih bisa terus berkibar, mumpung sudah di Jakarta pak mensesneg diajak lihat Dunia Fantasi dan Taman Mini, ini kan dunia anak-anak jangan dibawa yang sulit-sulit. Belum pernah kan ke taman mini?" tanya Presiden.

"Belum," jawab Joni dari kursinya.

"Ke Dufan belum juga kan?" tanya Presiden.

"Belum," jawab Joni.

"Ya sudah itu urusan Pak Mensesneg," kata Presiden.
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kamis, 16 Agustus 2018

Jepang Bantu Rp5.2 miliar Untuk Pemulihan Gempa Lombok


 Kamis, 16 Agustus 2018 21:09 WIB
Jepang donasikan Rp5.2 miliar untuk pemulihan pascagempa Lombok
(Kiri-kanan) Ahli konstruksi dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) Naoto Tada, Ketua Jakarta Japan Club (JJC) Hirofumi Takada, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, dan Ketua Esksekutif Palang Merah Indonesia (PMI) dalaberfoto bersama usai penyerahan donasi Jepang senilai Rp5,2 miliar secara simbolis untuk membantu para korban bencana gempa bumi 7 SR di Lombok, di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis (16/8/2018). (ANTARA News/Azizah Fitriyanti)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Jepang telah mendonasikan bantuan berupa transfer tunai senilai 40 juta yen atau setara dengan Rp5,2 miliar untuk proses pemulihan wilayah Lombok pascagempa 6,4 SR dan 7 SR awal Agustus lalu.

"Bantuan ini bukan hanya dari pemerintah Jepang, tapi dari seluruh rakyat Jepang," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii di Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Kamis.

Dubes Ishii secara simbolis menyerahkan bantuan dana tersebut kepada Ketua Eksekutif PMI Ginanjar Kartasasmita di Markas Pusat PMI, didampingi Ketua Jakarta Japan Club (JJC) Hirofumi Takada, dan ahli konstruksi dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) Naoto Tada.

Dana bantuan tersebut terdiri dari 10 juta yen dari Palang Merah Jepang dan 30 juta yen dari pemerintah serta kontribusi beberapa organisasi non-pemerintah di Jepang yang akan disalurkan kepada para korban gempa di Lombok melalui PMI.

Selain bantuan dalam bentuk transfer tunai, Jepang juga telah menempatkan satu organisasi non-pemerintah yang memberikan bantuan medis di wilayah yang terdampak gempa.

"Hubungan Indonesia dan Jepang selalu timbal-balik, masing-masing dari kita telah saling bantu saat dilanda bencana alam, saat ini adalah giliran kami untuk membantu Indonesia dengan apapun yang bisa kami lakukan," kata Ishii.

Menurut Dubes Jepang, komitmen tersebut juga telah disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dan Menteri Luar Negeri Taro Kono kepada pemerintah Indonesai melalui surat yang dikirimkan segera setelah gempa terjadi.

Terkait penggunaan dana bantuan tersebut, Ishii mengatakan pihak Jepang akan mengikuti hasil penilaian dampak bencana yang dilakukan PMI dan Palang Merah Internasional, termasuk upaya pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

"Saya pikir setelah uangnya tersedia, bagaimana menggunakannya harus sesuai denga kebutuhan para korban di sana. Saya juga sepakat bahwa pembangunan kembali infrastruktur sangat penting, namun kita perlu melihat kebutuhan prioritas di lokasi," kata dia.

Menurut Ginanjar, PMI terus berkoordinasi dengan Palang Merah Internasional dan badan penanggulangan bencana, baik pusat (BNPB) maupun lokal (BPBD), dalam menyalurkan bantuan dari dalam dan luar negeri.

"Kita selalu terbuka, diaudit secara publik, sehingga berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, memiliki 'trust' untuk menyampaikan bantuan mereka melalui PMI," kata dia.

Selain Jepang, berbagai bantuan dari luar negeri telah mengalir ke Lombok melalui PMI sejak gempa bumi 7 SR melanda Pulau Lombok pada Minggu (5/8), antara lain dari China, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura.
Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Selasa, 14 Agustus 2018

"Perang Informasi".Asman Abnur Mengundurkan Diri sebelum Reshuffle

"Perang Informasi"Selamat menikmati, berita-berita, saling memojokkan dalam "perang informasi" untuk menjatuhkan lawan. Berita fitnah, asung-asah, bakal ada dan yang meng-ada-ada pasti ada, berita bohong tak perlu diulang lagi dan HOAX. Jika tak wasapda dan pandai membacanya "bisa gila".

 Ingat...ingaaa....ingaaaa jangan cepat percaya Check & Re check......



Ini Alasan Asman Abnur Mengundurkan Diri sebelum Reshuffle
Rabu, 15 Agustus 2018 – 00:12 WIB

Alasan Asman Abnur Mengundurkan Diri sebelum Reshuffle - JPNN.COM
jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Asman Abnur resmi mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Keinginannya untuk mundur, semata-mata karena tidak ingin membebani Presiden Jokowi. Bukan karena mendahului akan adanya reshuffle.
"Jangan sampai keberadaan saya membebani presiden karena ada tuntutan dari koalisi kenapa PAN masih ada menterinya di pemerintahan sementara PAN tidak mendukung presiden. Itu juga buat saya tidak bagus," ujar Asman kepada pers, Selasa (14/8).
Soal reshuffle ini usulan dari partai koalisi atau dari presiden, Asman mengaku tidak berpikir sampai sejauh itu. Dia hanya menyampaikan keinginannya mengundurkan diri, bukan karena reshuffle.
"Saya mundur bukan karena mau diganti presiden tapi tidak elok lah buat secara etika politik saya dari PAN tidak mendukung presiden di 2019, tapi saya masih ada di kabinet pemerintahan," terangnya.
Sebelum koalisi, Asman mengatakan sudah melihat ada hal-hal yang nantinya perlu diambil. Ada dua alternatif yakni bila mendukung Presiden Jokowi di Pilpres 2019 maka posisi (MenPAN-RB) tetap. Kalau tidak mendukung, Asman mengaku harus mengambil langkah untuk mundur.
"Jadi bukan karena tekanan politik ya tapi kesadaran saya sendiri dan itu namanya etika politik," tandasnya. (esy/jpnn)



Hari Ini Komjen Syafruddin Dilantik jadi MenPAN-RB

Rabu, 15 Agustus 2018 – 00:31 WIB




Hari Ini Komjen Syafruddin Dilantik jadi MenPAN-RB - JPNN.COM

jpnn.comJAKARTA - Wakapolri Komjen Syafruddin membenarkan kabar yang beredar bahwa dirinya diangkat menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (MenPAN-RB) menggantikan Asman Abnur.
Menurut dia, kabar tersebut benar adanya. “(Dijadikan) Menteri benar,” kata dia melalui pesan singkat, Selasa (14/8) malam.
Dengan begitu, Rabu (15/8) pagi Syafruddin bakal dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Dia menggantikan Asman yang mundur dari jabatan MenPAN-RB pada Selasa (14/8).
Namun, jenderal bintang tiga ini belum tahu siapa yang akan menggantikan posisinya di Polri. “Wakapolri belum ada,” imbuh dia. (cuy/jpnn)
sumber:https://www.jpnn.com/news/hari-ini-komjen-syafruddin-dilantik-jadi-menpan-rb

Kamis, 09 Agustus 2018

Jokowi Gandeng Ma'ruf, Prabowo-Sandi ; Dinilai Belum Habis

image_title

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) berpegangan tangan bersama seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo

Photo :
  • ANTARA/Sigid Kurniawan

VIVA - Kejutan terjadi di hari-hari akhir pendaftaran calon presiden dan wakil presiden 2019 pada Kamis 9 Agustus 2018. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih koleganya di partai berlambang burung Garuda itu sendiri yakni Sandiaga Salahudin Uno. Keputusan Prabowo itu menimbulkan reaksi keras khususnya dari partai yang beberapa hari ini mesra dengan mereka, Partai Demokrat. Salah satu politikus mereka, Andi Arief meradang dengan menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.
Mantan staf khusus Presiden SBY bidang bencana itu menilai Prabowo memilih Sandiaga karena faktor logistik atau uang. Dia menuduh Sandiaga memberikan uang entertain kepada PKS dan PAN agar direstui menjadi cawapres.
Sementara di kubu petahana, Jokowi akhirnya menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ma’ruf Amin. Jika akhirnya yang bertarung adalah dua pasangan ini, bagaimana peluang masing-masing?
"Bisa saling mengalahkan. Sama-sama memiliki peluang," kata Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, saat dihubungi VIVA, Kamis, 9 Agustus 2018.
"Semua bergantung pada rakyat yang akan memilih," tambah dia.
Lantas, apakah Ma'ruf akan bisa membawa gerbong NU-nya memenangkan Jokowi, Ujang mengatakan bisa. Tapi, itu juga tergantung dengan catatan Jokowi berkinerja baik dimasa sisa jabatannya.
"Jika kinerjanya buruk dan ekonomi memburuk, bisa saja disalip oleh Prabowo," katanya.
Ujang menambahkan Sandiaga juga bisa menutup kekurangan Prabowo. 
Semua tergantung dari pendekatan Sandiaga kepada masyarakat.

PKS Tak Dapat Cawapres, Prabowo Sampaikan Terima Kasih





image_title


Photo :
  • ANTARA/Sigid Kurniawan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kedua kanan) dan sejumlah petinggi partai memberikan keterangan pers di Jalan Kertanegara, Jakarta
VIVA – Sandiaga Salahudin Uno telah dipilih oleh Prabowo Subianto untuk menjadi calon wakil presidennya di pemilihan presiden 2019. Setelah menyampaikan itu, Prabowo mengaku berterima kasih dengan mitra koalisinya yaitu Partai Keadilan Sejahtera.
"Terutama kepada PKS yang legowo tidak menduduki jabatan apapun," kata Prabowo di depan kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018.
Prabowo juga menyampaikan terima kasihnya kepada kader PKS, Salim Segaf Aljufri. Salim Segaf juga merupakan salah satu nama yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama.
"Tapi beliau rela tidak memaksakan diri, beliau legowo," ujar Prabowo.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jumat, 10 Agustus 2018.
Rencananya, sebelum mendaftar ke KPU, kedua pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno akan melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. 
"Insya Allah besok kami daftar di KPU sesudah salat Jumat yang rencananya akan salat bersama di Masjid Istiqlal," ujar Prabowo saat deklarasi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis malam, 9 Agustus 2018. Pasangan Prabowo dan Sandiaga didukung oleh tiga partai politik yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan juga Partai Amanat Nasional. 





Prabowo berpasangan dengan Sandiaga

Resmi, Prabowo berpasangan dengan Sandiaga
Prabowo Subianto saat mengumumkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden yang mendampingi. Deklarasi tersebut digelar di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Kamis (9/8/2018) malam.

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi mengumumkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.
     
Prabowo mendeklarasikan Sandiaga sebagai pasangannya di rumah pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis malam
     
Saat membacakan deklarasi, Prabowo didampingi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman serta tokoh-tokoh nasional lainnya seperti Rachmawati Soekarnoputri, Fuad Bawazier dan Amien Rais.
     
Suara sorak sorai menyambut saat Prabowo menyebutkan nama cawapres yang berpasangan dengannya.
VIVA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, sempat disebut akan diumumkan sebagai bakal calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden, periode 2019-2024.
Hanya saja, pada saat pengumuman di Plataran Restoran, Menteng Jakarta, Jokowi mengumumkan bahwa Prof KH Ma'ruf Amien adalah yang menjadi pendampinginya di Pilpres 2019. Sebelumnya, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, juga mengunggah di akun Twitternya, bahwa cawapres Jokowi adalah Ma'ruf Amin.
Melalui akun instagramnya, @mohmahfudmd mengunggah foto pribadinya. Lalu menuliskan kata-kata yang mengindikasikan ia legowo, tidak jadi mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
"Itu sudah pilihan Pak Jokowi, sesuai pertimbangan politik yang matang. Kita harus mengutamakan keselamatan Negara ini daripada sekadar nama Mahfud MD," tulis Mahfud, Kamis, 9 Agustus 2018. Sebelum nama Ma'ruf Amin keluar, nama Mahfud MD adalah yang paling kencang disebut sebagai pendamping Jokowi. Mantan ketua Mahkamah Kontitusi itu sempat menceritakan detik-detik dirinya dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.


Grace: Kami Sempat Menaruh Harapan ke Mahfud MD

Kamis 09 August 2018 22:56 WIB

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Kiai Ma'ruf dinilai akan menjadi pelengkap Jokowi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah pejawat Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) mengejutkan banyak pihak. Kabar bahwa Mahfud MD yang ramai akan dipilih dalam beberapa jam terakhir ternyata salah.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebagai partai yang identik dengan kaum milenial, mau tak mau mendukung penuh keputusan itu. Pasalnya, sejak awal PSI memang sudah bulat mendukung Jokowi dengan cawapres pilihannya. 
Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, partainya adalah salah satu yang berharap Jokowi dapat berpasangan dengan Mahfud MD.
"Kami memang sempat menaruh harapan pada Mahfud MD sebagai sosok yang buat kami baik dan punya prestasi," kata Grace usai melakukan pertemuan di restoran Plataran, Kamis (9/8).
Menurut dia, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memiliki hidup yang sederhana. Tentu saja, lanjut dia, faktor utama PSI mengajukan nama Mahfud adalah kredibilitasnya selama berkarier.
Ia mengatakan, PSI sudah menyampaikan dalam beberapa forum mengenai sepak terjang Mahfud MD. PSI juga menilai hasil survei dan dukungan untuk Mahfud MD kepada Jokowi.
Menurut dia, Mahfud MD memiliki rekam jejak yang baik. Selama menjabat ketua MK, menteri, dan anggota legistlatif, Mahfud dinilai bersih dalam menjalankan semua tugasnya.
"Kita akan senang kalau mereka (Jokowi Mahfud MD) jadi duet yang baik, ditambah rekam jejak Mahfud. Tapi tetap kita berulang kali, supportapapun keputusan Pak Jokowi," tegasnya.
Ia mengakui, ada penolakan dari beberapa partai koalisi. Karena itu, Jokowi memilih nama KH Ma'ruf Amin yang bisa diterima semua, setidaknya oleh mayoritas stakeholder.
Meski KH Ma'ruf Amin tak lagi muda, menurut Grace, sosok Jokowi masih bisa untuk menarik pemilih muda. Dengan kehadiran KH Ma'ruf Amin, lanjutnya, justru akan menjadi pelengkap bagi Jokowi. "Mungkin jadi penyeimbang. Karena anak muda kan suka gak ada remnya. Pilihlah yang terbaik dari apa yang ada saat ini. Saya pikir itu masih ada di Pak Jokowi," katanya.
Ia menyatakan, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. "Ini keputusan Pak Jokowi. Kita siap mendukung," kata dia.


Mahfud kaget, tapi tidak kecewa batal cawapres

Mahfud kaget, tapi tidak kecewa batal cawapres
Mohammad Mahfud M.D (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Jakarta, (ANTARA News) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD mengaku kaget, tetapi tidak kecewa meski batal menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Joko Widodo.

"Ya menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi dengan wewenangnya dengan pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya. Saya tidak kecewa, tapi kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detail," kata Mahfud di Jakarta, Kamis.

Jokowi memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres untuk Pemilihan Presiden 2019.

Padahal Mahfud sudah mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana untuk keperluan pencalonan sebagai pejabat negara di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

"Tapi tidak apa-apa, dalam politik itu biasa, itu tidak apa-apa, kita harus mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud MD dan Ma'ruf Mmin atau nama siapa," tambah Mahfud.

Mahfud sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di istana pada malam ini setelah pengumuman pasangan cawapres Jokowi.

"Jadi, kita terima keputusan, prosesnya sangat konstitusional, ya kita dukung negara ini harus tetap berjalan," ungkap Mahfud.

Deklarasi pasangan capres-cawaprese Jokowi dan KH Ma'ruf Amin dilaksanakan di Restoran Plataran Jakarta yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono.
BBC INDONESIA

Ma'ruf AminHak atas fotoANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Image captionPresiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/07).
Presiden Joko Widodo memutuskan menunjuk Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019. Joko Widodo mengumumkan nama cawapres KH Ma'ruf Amin di hadapan wartawan di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (09/08) petang.
"Dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat... maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024 adalah Profesor Doktor KH Ma'ruf Amin," ungkap Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi dan Megawati SukarnoputriHak atas fotoANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Image captionCapres petahana Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya dalam Pilpres 2019, di Jakarta, Kamis (09/08).
Saat mengumumkan nama Ma'ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi didampingi seluruh pimpinan partai politik yang menjadi koalisinya.Jokowi kemudian menjelaskan mengapa dirinya memilih Ma'ruf Amin.
Menurutnya, Ma'ruf Amin merupakan "sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana."
"Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Profesor Doktor Kiayi Haji Ma'ruf Amin saat ini juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila."
Ma'ruf Amin, lahir di Tangerang, Provinsi Banten, 11 Maret 1943. Dalam perjalanan hidupnya, Ma'ruf Amin pernah menjadi anggota DPRD, DPR, MPR, serta Dewan Pertimbangan Presiden.
Dia juga pernah menjadi Ra'is Aam PBNU serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

'Saling melengkapi: nasionalis religius'

Ditanya wartawan apa yang ingin ditawarkan dengan menggandeng Ma'ruf Amin sebagai cawapres, Joko Widodo menjawab singkat: "Menurut saya, kami ini saling melengkapi: nasionalis religus."
Bersama Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, serta beberapa nama lainnya, Ma'ruf Amin merupakan nama-nama yang selama ini bereda di masyarakat yang akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden.
Dalam perjalanannya, namanya sempat tenggelam, tetapi kemudian muncul lagi menjelang pengumuman Presiden Jokowi pada Kamis (09/10) petang. Semula nama yang lebih santer terdengar adalah Mahfud MD.
Ma'ruf AminHak atas fotoBBC NEWS INDONESIA
Image captionMa'ruf Amin merupakan "sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana," kata Presiden Joko Widodo.
Tetapi salah-seorang politikus PKB menulis pesannya di akun Twitternya bahwa calon wakil presidennya adalah Ma'ruf Amin, namanya kemudian disebut lagi.
Dan ternyata cuitan itu benar bahwa ulama kelahiran Tangerang, Banten itu yang akhirnya dipilih Joko Widodo sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019.

Apa komentar Mahfud MD?

Sementara itu, Mahfud MD yang sempat disebut bakal menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo, mengatakan "saya tidak kecewa, ya kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan agak detil."
"Tapi menurut saya biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa. Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekesar nama Mahfud MD atau nama Ma'ruf Amin, atau nama siapa ya," kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Kamis (09/08) malam.
Untuk itulah, Mahfud menekankan ini sudah menjadi keputusan yang "prosesnya sangat konstitusional".
"Kita dukung, negara ini harus terus berjalan," tandasnya.

Pengamat politik: 'Ma'ruf Amin cenderung agak ke kanan'

Dihubungi secara terpisah, pengamat politik sekaligus Direktur eksekutif LSI, Kuskrido Ambardi, mengatakan pilihan Joko Widodo terhadap Ma'ruf Amin merupakan "kejutan".
"Selama ini memang muncul dalam bursa, tetapi belakangan saja dan tidak banyak disebut. Oleh karena itu saya tidak terlalu mengeksplorasi nama ini (Ma'ruf Amin)," kata Kuskrido Ambardi kepada BBC News Indonesia, Kamis (09/10) malam.
Ma'ruf AminHak atas fotoANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Image captionBersama Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, serta beberapa nama lainnya, Ma'ruf Amin merupakan nama-nama yang selama ini bereda di masyarakat yang akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden.
"Kalau kita lihat dalam survei-survei kita, itu Kiai Ma'ruf Amin itu tidak masuk dalam top of mind, istilah orang-orang lembaga survei," katanya lebih lanjut.
Menurutnya, calon presiden atau calon wakil presiden yang dipilih oleh pemilih Indonesia yang spontan, tanpa harus diberikan daftar nama itu, nama Kiai Ma'ruf Amin ini "sangat kecil persentasenya".
Tentang label Islam yang melekat pada sosok Ma'ruf Amin, Kuskrido menyebutnya sebagai "Islam tradisional".
"Karena dia besar di lingkungan NU dan dia juga memang masuk dalam lingkaran elite kiai-kiai NU. Seperti 'ketua DPR' nya di NU. Berarti dia kiai yang dihormati di NU," paparnya.
Mengomentari kaitan antara sosok Ma'ruf Amin dan gerakan politik bernama 212 terkait Pilkada Jakarta, Kuskrido mengatakan "seingat saya Kiai Ma'ruf Amin itu termasuk yang bersimpati terhadap gerakan itu".
"Meskipun NU mayoritas itu moderat, tetapi di sana ada spektrum pemikiran... Kalau dalam spektrum antara yang moderat dan kanan, Kiai Ma'ruf Amin cenderung untuk yang agak ke kanan," tandasnya.

Ma'ruf Amin: Saya ditelpon Mensesneg Kamis sore

Setelah dirinya ditunjuk sebagai cawapres untuk mendampingi Joko Widodo dalam pilpres 2019, Ma'ruf Amin menuju kantor PBNU pada Kamis (09/10) malam. Di sana, Ma'ruf menjawab pertanyaan wartawan.
"(Kamis) sore saya ditelpon Sesneg (Mensesneg Praktikno)," ungkap Ma'ruf saat ditanya wartawan kapan dia dihubungi Kantor Kepresidenan perihal pencalonannya sebagai wapres.
"Sebelumnya saya ditanya, maukah jadai cawapres alternatif? (Saya jawab) Siap!" ungkapnya.
Ditanya kenapa mau menerima tawaran itu, Ma'ruf mengatakan: "Loh, kan berarti saya harus mengabdi kepada negara. Panggilan negara..."
Menurutnya, dia beberapa kali diskusi politik dan keutuhan bangsa. "Nah, kemudian ternyata banyak akurnya (saya dengan Jokowi). Cocok...

Minggu, 05 Agustus 2018

Gempa Lombok Ada Yang "UNIK"; Tim SAR Evakuasi 3.043 Orang Dari Gili Trawangan

Arief Setyadi , Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 22:00 WIB

https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 06 340 1932724 tim-sar-berhasil-evakuasi-3-043-orang-dari-gili-trawangan-Zkak4xe3ac.jpg
Basarnas evakuasi masyarakat dari Gili Trawangan (Foto: Basarnas)
Tim SAR berhasil evakuasi dua jenazah dari runtuhan masjid
Para petugas berupaya mengevakuasi korban yang terjebak runtuhan masjid di Dusun Daling-daling, Desa Tanjung, Lombok Utara, Senin siang (6/8/2018), setelah gempa 7 Skala Richter mengguncang wilayah itu pada Minggu malam (5/8). (ANTARA/Dhimas Budi Pratama)