Rabu, 06 September 2017

Rohingya Myanmar

Senin , 11 September 2017, 08:11 WIB

Dalai Lama: Buddha akan Membantu Muslim Rohingya

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah


Pemimpin spiritual Dalai Lama.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama pada Ahad (10/9) mengatakan, Buddha pasti akan membantu komunitas Muslim Rohingya. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas perlakuan terhadap Rohingya di Myanmar.

"Orang-orang itu Anda lihat semacam melecehkan beberapa Muslim. Maka mereka harus ingat, Buddha (Tuhan), dalam keadaan seperti itu, pasti akan membantu orang-orang Muslim yang malang itu," kata Dalai Lama kepada wartawan seperti dilansir dtv.com, Senin (11/9).

Ia mengaku merasa sedih dengan tindakan kekerasan yang terjadi di Rakhnine. India juga telah menyatakan keprihatinan mendalam tentang situasi di Negara Rakhine Myanmar, tempat pasukan keamanan terlibat dalam pertempuran berdarah melawan gerilyawan Rohingya. Hal itu memaksa ribuan orang  melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dan India.

"India tetap sangat prihatin dengan situasi di Negara Bagian Rakhine di Myanmar dan arus keluar pengungsi dari wilayah tersebut," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam yang juga mendesak Myanmar untuk menangani situasi tersebut.

Pengungsi Rohingya terlihat di atas kapal karena mereka melintasi perbatasan Myanmar melalui Sungai Naf. New Delhi meminta Myanmar untuk fokus pada kesejahteraan penduduk sipil. Di sisi lain pasukan keamanan harus mengakhiri kekerasan serta memulihkan keadaan segera. Myanmar mengatakan pasukannya memerangi sebuah kampanye yang sah melawan teroris yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap polisi dan tentara sejak Oktober 2016.


===

Indonesia siap kontribusi iptek untuk OKI

 | 747 Views


Indonesia siap kontribusi iptek untuk OKI
Menko PMK Puan Maharani (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay )


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan bahwa Indonesia siap bekerja sama dan memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Kita menyambut baik agenda kerja sama iptek di antara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini. Yang segera bisa kita lakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset," kata Puan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Puan saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri konferensi OKI tentang Pengembangan Iptek di Astana, Kazakhstan, mengatakan riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian serta kelautan di Indonesia sudah cukup maju dan bisa berkontribusi dalam kerangka kerja sama iptek negara-negara OKI.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan negara-negara Islam agar lebih mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sehingga tidak ketinggalan dengan negara lain.

"Kita di OKI terlalu banyak konvensi, diskusi, seminar. Yang kami inginkan implementasi satu per satu," kata Wapres.

Dia mengatakan, sebenarnya teknologi di negara-negara Islam sudah cukup baik dan maju seperti di Kazakhstan, Turki, Iran dan Pakistan.

Karena itu sebagai negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang besar penduduknya harus bisa mengimplementasikan teknologi tersebut.

Konferensi Iptek negara-negara OKI ini bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan Iptek antara negara negara OKI dengan negara maju.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI bertujuan untuk memetakan strategi negara-negara Islam dibidang sains dan teknologi dalam 10 tahun ke depan untuk mempersempit kesenjangan sains dan teknologi antarumat Islam dengan negara maju.

Indonesia dalam KTT ini juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang sains, teknologi dan pembangunan manusia.

Rangkaian KTT telah dimulai sejak tanggal Jumat (8/9), melalui pembahasan pejabat tinggi masing-masing negara.

(T.A071/T007)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Dunia Islam puji rencana rencana PBB bantu pengungsi Rohingya

 | 1.157 Views
Dunia Islam puji rencana rencana PBB bantu pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya berjalan melalui air setelah menyebrangi perbatasan menggunakan perahu di Sungai Naf, Teknaf, Bangladesh, Kamis (7/9/2017). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Kairo (ANTARA News) - Banyak negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam memuji rencana Perserikatan Bangsa-bangsa untuk memberikan bantuan bagi 300.000 Muslim Rohingya yang lari menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh, menurut laporan media setempat, Sabtu.

PBB dan mitra-mitranya telah membuat rencana untuk menyediakan bantuan bagi sekitar 300.000 Muslim Rohingnya berupa makanan, tenda, air bersih, layanan kesehatan dan berbagai bantuan lainnya sampai akhir tahun ini, kata kantor berita MENA dalam laporannya. 

Badan-badan PBB sudah memiliki tim di Coxs Bazar, tempat para warga Muslim Rohingya tiba. Dana sebesar tujuh juta dolar AS yang dikeluarkan dari pundi darurat PBB akan memungkinkan PBB dan mitra-mitranya membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. 

Laporan itu menambahkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakhiri "lingkaran kekerasan yang kejam" serta segera menarik kebijakan lamanya dan memberi para warga Muslim Rohingnya kewarganegaraan atau status hukum, demikian Xinhua melaporkan. 

(Uu.T008)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017
====

Erdogan: Kami Ingin Bangun Kamp Layak Huni untuk Rohingya

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Gita Amanda

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin membangun kamp-kamp pengungsi yang lebih layak bagi etnis Rohingya yang kini hidup terlunta-lunta di zona perbatasan Bangladesh. Hal tersebut disampaikan Erdogan sebelum bertolak ke Kazakhstan untuk melanjutkan diplomasi multilateral guna menemukan solusi untuk krisis Rohingya, Jumat (8/9).
Presiden Erdogan sebut pembunuhan kaum Rohingya di Myanmar genosida

"Jika pemerintah Bangladesh menyediakan sebuah wilayah, kami ingin membangun kamp-kamp yang lebih layak huni (untuk pengungsi Rohingya) menggunakan pengalaman kami," kata Erdogan seperti dikutip laman Anadolu Agency. 

Ia mengatakan bahwa upaya intensif Turki untuk membantu pengungsi Rohingya mulai membuahkan hasil. Hal ini ditandai dengan diizinkannya Badan Koordinasi dan Kerja Sama Turki (TIKA) untuk mendistribusikan bantuan makanan dan pakaian ke negara bagian Rakhine. 

"TIKA telah membagikan seribu ton bantuan kemanusiaan. Pada tahap kedua, kami berencana mendistribusikan 10 ribu ton makanan, obat-obatan, dan pakaian," ujar Erdogan. 

Erdogan mengungkapkan bahwa Turki terus menyuarakan dan membahas krisis Rohingya dengan para pemimpin dunia. Ia mengaku sejauh ini telah berbicara dengan 20 pemimpin dari seluruh dunia. "Kami melanjutkan diplomasi multilateral untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan di negara bagian Rakhine," katanya menerangkan. 

Pada Jumat, badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan setidaknya 270 ribu etnis Rohingya telah melintasi perbatasan dan tiba di Bangladesh. "Pengungsi sekarang berjongkok di tempat penampungan sementara yang telah menjamur di sepanjang jalan di lahan yang tersedia di daerah Ukhiya dan Teknaf (dekat perbatasan Myanmar)," ungkap juru bicara UNHCR Dunya Aslam Khan menjelaskan. 

Menurut Khan, saat ini pengungsi Rohingya menghadapi kondisi paling kritis dan rentan. Sebab, selain tak memiliki kewarganegaraan, mereka juga harus hidup terlunta-lunta di Bangladesh. "Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar sekarang menjadi pengungsi tanpa kewarganegaraan, membuat mereka semakin rentan," katanya. 
===
Iran Siapkan 40 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Muslim Rohingy


Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu, 9 September 2017 - 02:01 WIB

TEHERAN – Organisasi Bulan Sabit Merah Iran menyatakan telah mempersiapkan bantuan kemanusiaan untuk warga etnis Rohingya yang terpaksa mengungsi akibat operasi militer pasukan Myanmar dan kekerasan bersenjata di Provinsi Rakhine.
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Sebuah pesawat berisi bantuan kemanusiaan seberat 40 ton senilai sekira empat miliar rial atau sekira Rp1.5miliar akan dikirim ke wilayah rawan konfik di Rakhine. Kepala Organisasi Bulan Sabit Merah, Morteza Salimi mengatakan, bantuan tersebut akan dikirim segera setelah Iran mendapatkan izin dari pihak berwenang di Myanmar.
Paket makanan darurat, barang-barang pendukung kehidupan dan paket kebersihan telah disiapkan oleh Bulan Sabit Merah untuk dikirim ke Myanmar. Paket itu akan segera dikirim ke penduduk yang tertindas di negara itu jika kami menerima otorisasi dari Myanmar,” kata Morteza sebagaimana dikutip New Arab, Sabtu (9/9/2017).
Iran telah berulangkali melayangkan kecaman terhadap operasi militer besar-besaran yang dilakukan tentara Myanmar di Rakhine. Kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayah itu telah memaksa ratusan ribu warga etnis Rohingya mengungsi. Data PBB menyebutkan sejauh ini 270 ribu pengungsi Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.
Sejak kekerasan kembali pecah pada akhir Agustus lalu, Myanmar telah menutup semua akses bantuan dari organisasi PBB untuk etnis Rohingya. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) , Organisasi Dana Anak-anak dan Pendidikan PBB (UNICEF) dan Badan Pangan Dunia (WFP) dilaporkan masih belum bisa memberikan bantuan kemanusiaan ke Provinsi Rakhine.
Amerika Serikat (AS) mendesak pihak berwenang untuk mengizinkan akses kemanusiaan ke negara bagian Rakhine yang saat ini masih sangat dibatasi. Sampai saat ini, hanya beberapa negara yang diberikan akses untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Rakhine, di antaranya adalah Turki dan Indonesia.(dka)
sumber: https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772422/mantap-iran-siapkan-40-ton-bantuan-kemanusiaan-untuk-warga-muslim-rohingya
====


     Ribuan polisi amankan demo di Kedubes Myanmar
Aksi Solidaritas Rohingya Massa menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya di Jakarta, Rabu (6/9/2017). Dalam aksinya mereka mengutuk keras pembantaian umat muslim Rohingnya di Myanmar. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay) 

Kedubes Myanmar Di Demo Harini

 | 1.169 Views

Jakarta (ANTARA News) - Ribuan polisi turut mengamankan aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Rabu. Aksi unjuk rasa ini mengecam krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya.

"Ribuan personel gabungan diturunkan untuk mengamankan demonstrasi mulai dari tempat, jalan dan sebagainya kita amankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kawasan Kedubes Myanmar, Jakarta, Rabu.

Argo mengatakan pengamanan dilakukan agar unjuk rasa berlangsung tertib dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi kerusuhan.

Berdasarkan pantauan, ratusan unsur massa memenuhi jalanan sekitar Jalan Agus Salim, area Kedubes Myanmar di Jakarta.

Salah satu tuntutan massa, mereka mendesak pengusiran Duta Besar Myanmar untuk Indonesia sebagai bagian dari tekanan agar pemerintah negara tersebut menghentikan pemusnahan massal dan intimidasi kepada etnis Rohingya di Myanmar.

Sementara itu di sepanjang Jalan Agus Salim, Jalan Yusuf Adiwijaya dan Jalan Irian di Jakarta Pusat ditutup dengan pagar berduri dan di sejumlah titik penting dijaga oleh polisi.

Nampak sejumlah unsur massa dari Front Pembela Islam, Alumni 212, Gerakan Pekerja Muslim Indonesia dan lainnya. Mereka melakukan orasi di depan Kedubes Myanmar yang dijaga polisi berikut fasilitas antihuru-hara seperti kendaraan taktis, mobil barakuda, sepeda motor, tameng dan perlengkapan lainnya.

Atas penutupan sejumlah jalan di ibu kota, Argo meminta masyarakat untuk mencari jalan alternatif lain meski awalnya berencana lewat di jalan sekitar Kedubes Myanmar.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017


Foto Athaya Shop.

Minat 
chat yaa inbox fb atau 
BBM 5D34A253 n
wa 081363563800.. 
happy shopping..
tq dear



====

Sabtu Pekan Lalu Kedubes Myanmar di Jakarta Juga Didemo


Kedubes Myanmar di Jakarta didemo


Masyarakat Profesional bagi Kemanusiaan Rohingnya menggelar demonstrasi depan Gedung Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Sabtu, untuk mendesak Pemerintah Myanmar menghentikan pembantaian pada etnis Rohingnya.

"Mendesak rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada etnis Rohingnya," kata Andi Sinulingga saat berorasi.

Pihaknya juga mendesak pemimpin nasional Aung San Suu Kyi tidak hanya diam dan berusaha menghentikan aksi pengusiran dan pembantaian pada etnis Rohingnya.

Aksi yang diikuti lebih dari 100 orang itu menyerukan negara-negara ASEAN untuk menekan rezim militer Myanmar agar menghentikan kekejaman pada Rohingnya.

"Kami mendesak agar status keanggotaan Myanmar di ASEAN dibekukan, Myanmar seharusnya bertanggungjawab memberikan perlindungan pada Rohingnya," ucap Andi.

Dalam orasinya, Andi juga mendesak PBB untuk ikut menangani secara sungguh-sungguh dan mengambil alih tragedi kemanusiaan yang telah lama terjadi di Myanmar.

"Sudah terbukti secara meyakinkan Pemerintah Myanmar tidak bersedia menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingnya," ucap dia.

Para aktivis HAM dan kemanusiaan pun diminta memberikan perhatian serius agar tragedi kemanusiaan itu bisa dihentikan.

Ribuan Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri ke perbatasan Bangladesh untuk menghindari kekerasan terburuk dalam lima tahun belakangan di Myanmar yang telah menewaskan 104 orang. 
Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Selasa, 05 September 2017

Ketika Kaisar Memerintah Dengan Belas Kasih

Ketika Kaisar Memerintah Dengan Belas Kasih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tahun pertama masa Zhenguan, Kaisar Tang Taizong memberitahu kepala personil kerajaan, ?Kehidupan perempuan di lingkungan istana sangat memprihatinkan. Pada akhir Dinasti Sui, istana kerajaan terlalu banyak merekrut tenaga kerja perempuan. Banyak dari mereka tinggal di kota lingkar luar istana, dimana kaisar jarang berkunjung; hal mana hanya menghamburkan uang dan tenaga. Saya tidak menyukai situasi ini. Yang mereka lakukan hanya membersihkan rumah. Apa lagi yang dapat mereka lakukan? Biarkan mereka pulang ke rumah dan menikah. Kita dapat menghemat uang dan orang-orang akan lebih bahagia serta memiliki kehidupan pribadinya.?

Setelah itu, istana kerajaan mengirim pulang lebih dari 3.000 perempuan.

Tahun kedua masa Zhenguan, Tiongkok Tengah mengalami masa kekeringan diikuti dengan kelaparan yang parah.

Kaisar Tang Taizong mengatakan kepada menteri-menterinya, ?Cuaca yang ekstrim adalah akibat dari kekurangan De (kebajikan, budi pekerti) pada diri saya, saya memerintah tidak berdasarkan kebajikan. Karenanya kita sedang dihukum. Kesalahan apa yang rakyat telah lakukan sehingga harus menerima penderitaan ini? Saya mendengar rakyat telah menjual putra putrinya demi uang. Saya merasa sangat sedih!?

Kaisar kemudian mengirim menteri Du Yan untuk melakukan penyelidikan di daerah yang d
... baca selengkapnya di Ketika Kaisar Memerintah Dengan Belas Kasih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 04 September 2017

Malala Yousafzai kritik Aung San Suu Kyi



 Krisis Rohingya

 | 1.034 Views



Jakarta (ANTARA News) - Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai bergabung dengan para aktivis HAM untuk mengkritik pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengenai perlakuan terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Sudah sekitar 73.000 warga Rohingya menyeberangi Bangladesh dari Myanmar sejak operasi militer besar-besaran Myanmar menyusul serangan terkoordinasi Rohingya ke pos-pos keamanan 25 Agustus lalu.

Malala Yousafzai kritik Aung San Suu Kyi soal krisis Rohingya
Malala Yousafzai. (REUTERS/Hoda Emam )
Perlakuan brutal terhadap Rohingya sudah lama terjadi di Myanmar sampai-sampai mereka disebut sebagai kelompok minoritas paling menderita di Bumi.

Malala yang aktivis pendidikan asal Pakistan dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu tumpah ke Twitter untuk mengkritik Aung San Suu Kyi yang seperti dirinya adalah juga peraih Nobel Perdamaian.

"Selama beberapa tahun terakhir ini, saya sudah berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggu rekan saya sesama peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk berbuat yang sama. Dunia menunggu dan muslim Rohingya juga menunggu," kata Malala dalam laman National Public Radio.

Malala juga menyeru Myanmar untuk "menghentikan kekerasan" dan mendesak negara-negara lain untuk menampung pengungsi Rohingya dan memberinya makanan.

Desember tahun lalu, Malala turut menandatangani sebuah surat bersama para peraih Nobel lainnya yang menyerukan "komunitas internasional untuk berbicara lebih lantang karena tragedi kemanusiaan yang memuncak menjadi pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan tengah terjadi di Myanmar."

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017 

====




Minat ?
chat yaa inbox fb atau BBM 5D34A253 
 wa 081363563800.. 
happy shopping..
tq dear




Minggu, 03 September 2017

Wirathu, 'Buddhist Bin Laden' dari Myanmar




Biksu Wirathu, 

Sosok Pembenci Rohingya


Minggu, 3 September 2017 17:12 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi pembantaian dan pengusiran etnis Rohingya dari Myanmar mengingatkan publik dengan satu nama.
Ya, nama tersebut adalah Ashin Wirathu, Biksu Buddha yang disebut sebagai penggerak kaum Buddha di Myanmar untuk menyerang Rohingya.
6 Fakta Mengerikan Biksu Wirathu, Sosok Pembenci Rohingya dan Dalang Gerakan Anti-Islam di Myanmar
Nama tersebut kembali menjadi sorotan publik menyusul tragedi genosida etnis Rohingya yang kembali mencuat ke permukaan. Ashin Wirathu adalah pimpinan kelompok kontroversial 969.
Sebelumnya, dia pernah dipenjara karena dianggap memicu permusuhan keagamaan.
Kelompok 969 menolak perluasan Islam di Myanmar.
Berikut fakta-fakta mengerikan tentang Ashin Wirathu:
1. Dicap majalah TIME sebagai 'The Face of Buddhist Terror'

Wirathu disebut dalam majalah TIME sebagai tokoh paling kontroversial.
Di balik jubah biksunya, dia mendapat cap provokator yang benci pada kaum muslim dan mulai khawatir atas perkembangan agama samawi ini di tanah Myanmar.
Kelompok 969 rajin menyebar rumor soal biadabnya kaum muslim dan tuduhan menyesatkan ini.


(TIME)

Atas kelakukannya, Wirathu dilabeli banyak media sebagai 'Buddhist Bin Laden'.
Bahkan, TIME juga menulis Wirathu sebagai 'The Face of Buddhist Terror' atau Wajah Teror Buddha.
Dalam majalah tersebut, dibeberkan bagaimana biksu militan yang dipimpin Wirathu mendalangi aksi kejahatan anti-Islam di Asia.
2. Anggap umat Muslim di Myanmar sebagai ancaman serius bagi kaum Buddha
Wirathu sempat mengatakan bahwa kaum Buddha tengah dalam ancaman bahaya.
Seperti dikutip The Economist, Wirathu mengatakan berabad-abad silam, Indonesia merupakan negara Hindu dan Buddha, sebelum jatuh ke tangan Islam.
Wirathu juga menilai Filipina juga sedang bertarung melawan jihadis.
Dia memperingatkan selanjutnya adalah Myanmar.
3. Terlibat di gerakan nasionalis anti-Muslim 969
Kelompok bernama SKUAD 969 dibentuk untuk melancarkan serangan-serangan pada kaum muslim, termasuk benda-benda kepemilikan mereka.
Bayangkan, puluhan masjid sudah menjadi puing di tangan SKUAD 969.
SKUAD 969 mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana.
Salah satu tugas mereka menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu Islam.
Kelompok ini bergerak progresif menyerukan warga Buddha agar melakukan jual beli sesama saudara seiman.
Mereka juga menandai setiap toko milik umat Buddha dengan stiker.
SKUAD 969 berdalih mereka melindungi budaya dan identitas Burma yang identik dengan Buddha.
4. Salah satu penggagas Ma Ba Tha, organisasi ekstrimis Buddha Myanmar bentukan dari gerakan 969
Organisasi Ma Ba Tha resmi didirikan secara resmi didirikan pada sebuah konferensi besar para biksu Buddha di Mandalay.
Misinya: membela Buddhisme Theravada di Burma.
Ma Ba Tha telah terbentuk sebagai tanggapan atas larangan Komite Sangha Maha Nayaka dari lambang '969' untuk kepentingan politik.
Organisasi ini dipimpin oleh sebuah komite pusat yang terdiri dari 52 anggota, termasuk biarawan sarjana senior dan biksu nasionalis.
Ashin Wirathu adalah anggota Ma Ba Tha yang menonjol dan digambarkan sebagai 'pemimpin kelompok paling ekstrem' kelompok tersebut.
Ma Ba Tha memiliki jaringan yang luas di tingkat negara bagian dan kota di Burma.
5. Bersuka cita ketika mendengar kabar dibunuhnya seorang pengacara dan aktivis muslim, Ko Ni
Ko Ni, pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang lantang membantu etnis Rohingya ditembak mati di Bandar Udara Internasional Yangon.
Saat itu, Ko Ni baru saja pulang menghadiri workshop di Indonesia.
Kesedihan menimpa sejumlah pemuka agama Buddha di Myanmar pada pemakaman Ko Ni.
Tapi tidak dengan Wiranthu yang justru gembira mendengar kematian Ko Ni akibat dibunuh.
Seperti diberitakan The Irrawady.com, Wirathu berterima kasih kepada sang pembunuh, namun mengucapkan bersimpati kepada keluarga Ko Ni.
Ucapan tersebut dilontarkan Wirathu melalui akun jejaring sosial Facebook miliknya.
Wirathu juga mengancam siapa saja yang menentang draft tentang Protection of Religion and Race, seperti Ko Ni.
Akibat insiden ini, Wirathu dijatuhi sanksi 1 tahun dilarang ceramah di muka umum oleh pemerintah Myanmar.
6. Menyamakan dirinya dengan Donald Trump
Dijauhi pemerintah Myanmar, Wirathu merasa sikapnya divalidasi oleh warga AS yang memilih Donald Trump menjadi presiden.
Dia menarik persamaan antara pandangannya mengenai Islam dengan pandangan presiden terpilih dari Partai Republik itu.
Kampanye Trump dipenuhi retorika dan proposal anti-Muslim yang termasuk pelarangan Muslim memasuki negara dan meningkatkan pengawasan terhadap masjid-masjid.
Bentuk nyata kebijakan-kebijakannya masih belum jelas.
"Kita dipersalahkan oleh dunia, tapi kita hanya melindungi rakyat dan negara kita," ujar Wirathu seperti dikutip VOA.
"...Dunia menyebut kita picik. Tapi karena orang-orang dari negara yang merupakan kakek demokrasi dan hak asasi manusia memilih Donald Trump, yang serupa dengan saya dalam memprioritaskan nasionalisme, komunitas internasional tidak akan begitu menyalahkan."
Ia bahkan mengemukakan ide untuk bekerjasama dengan kelompok-kelompok nasionalis di AS.
"Di Amerika, akan ada organisasi-organisasi seperti kita yang melindungi diri dari bahaya Islamisasi. Organisasi-organisasi itu dapat mendatangi organisasi-organisasi di Myanmar untuk mendapatkan saran atau untuk berdiskusi," ujarnya dalam wawancara di biaranya di Mandalay pada 12 November.
"Myanmar tidak begitu perlu mendapat saran dari negara lain. Tapi mereka bisa mendapat ide dari Myanmar."
Penulis: Rendy Sadikin

Kedubes Myanmar Dilempar Bom Molotov


Kedubes Myanmar Dilempar Bom Molotov Orang Tak Dikenal

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu, 3 September 2017 - 14:56 WIB
Kedubes Myanmar saat didemo (Foto: Okezone)
Kedubes Myanmar saat didemo (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar, Jalan KH Agus Salim Nomor 109, Menteng, Jakarta Pusat dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Minggu (3/9/2017), sekira pukul 02.35 WIB dini hari. Kobaran api langsung menyala di teras belakang lantai dua kantor kedubes Myanmar tersebut.
"Kejadiannya sekira pukul 02.35 WIB, saat itu anggota polisi Bripka Tafsiful yang sedang Patroli di Jalan Yusuf Adi Winata (belakang Kedubes Myanmar) melihat api di teras belakang lantai dua," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto, Minggu (3/9/2017).
Setelah mengetahui hal itu, Bripka Tafsiful langsung memberitahukan kepada Bripka Rusdi yang berjaga di depan Kedubes kejadian tersebut. Kemudian, Bripka Rusdi dan Brigadir Budiyanto anggota Brimob Polda Metro Jaya menuju ke sumber api di teras belakang lantai dua untuk dipadamkan.
"Api berhasil dipadamkan. Dan saat padam itu ditemukan pecahan botol bir yang ada sumbunya," ujarnya.
Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan pelaku pelempar bom molotov tersebut. Salah satunya dengan memeriksa CCTV di sekitar tempat kejadian.
Untuk diketahui, saat ini negara Myanmar sedang menjadi sorotan lantaran kekerasan kepada muslim Rohingya, Myanmar. Hal tersebut dinilai publik bahwa Myanmar tengah melakukan genosida dan sebagai perilaku tak berprikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia‎ (HAM). 
(ran)
====

Umat Buddha Indonesia Ikut Marah

Tragedi Rohingya, Umat Buddha Indonesia Ikut Marah
Photo :
  • REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Warga etnis Rohingya di Myanmar mengungsi dari wilayah konflik
VIVA.co.id – Aksi kejam yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya juga menyisakan duka bagi umat Buddha di Indonesia. Tergabung dalam Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), umat buddha Indonesia mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut.
Berita pembantaian umat muslim Rohingya yang terjadi di negara mayoritas pemeluk buddha tersebut memang mengundang keprihatinan dari seluruh penjuru dunia. Bahkan oleh pemeluk agama Buddha yang berada di Indonesia
Dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Minggu 3 September 2017, Keluarga Buddhayana Indonesia sebagai wadah bagi Sangha Agung Indonesia (Sagin) dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) mengutuk keras kekerasan yang kembali terjadi di Rakhine, Myanmar.
Tindakan yang dilakukan oleh satuan keamanan Myanmar dianggap sangat biadab dan pengecut. Bagaimana mungkin pasukan bersenjata lengkap beraninya hanya dengan wanita, anak–anak bahkan bayi. Mereka menganggap Myanmar tak lagi pantas sebagai negara Buddhis.
Bahkan untuk menunjukkan kepeduliannya, KBI dalam acara pertemuan Majelis-majelis Agama Buddha pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu di Jakarta Selatan telah mengeluarkan pernyataan sikap terhadap krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar.
Demi mendukung agar konflik dan kekerasan ini dapat segera diakhiri KBI menghimbau, pertama, agar semua umat Buddha di Indonesia untuk turut bahu membahu dengan segenap komponen masyarakat dan komunitas lintas agama di tiap daerah untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan guna membantu saudara- saudara kita Rohingya yang kini mengalami penderitaan luar biasa.
Kedua, mereka mendorong pemerintah agar turut aktif memfasilitasi perdamaian di Myanmar melalui forum ASEAN dan PBB sehingga kekerasan dapat segera dihentikan sehingga tercapai keamanan, perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Myanmar demi kepentingan umat manusia.
Ketiga, kekerasan dan kejahatan kemanusiaan adalah musuh bersama semua agama. KBI tidak mendukung segala tindak kekerasan atas nama agama apapun dan dimanapun.
Keempat, KBI mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama memikirkan langkah lanjutan untuk membantu krisis kemanusiaan ini antara lain dengan turut meringankan beban para pengungsi korban-korban kekerasan tersebut dengan bekerjasama dengann komunitas lintas agama dan pemerintah.
Kelima, KBI sebagai komponen Agama Buddha Indonesia sejak dahulu hingga sekarang telah mempraktikkan hidup bersama dalam keanekaragaman sebagaimana yang dijadikan semboyan persatuan bangsa: Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.
Karya leluhur yang diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia lewat karya Mpu Tantular ini menjadi panutan umat Buddha yang hidup dengan penuh harmonis dengan agama agama lain serta semua komponen bangsa lainnya di Indonesia.
Dan konflik di Myanmar yang melibatkan agama dan etnis sama sekali telah menabrak budaya luhur bangsa dan kehidupan beragama yang telah lama dibangun di Indonesia.
Keenam, perbuatan jahanam dan pengecut yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar lebih dari pantas untuk dihukum sebagai kejahatan internasional atas kemanusiaan.
KBI mengharapkan melalui pernyataan sikap ini dapat menjadi suatu dorongan bagi segenap jajaran KBI untuk terus mendukung segala upaya luhur dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada saudara–saudara kita, Rohingya, guna meringankan penderitaan korban kekerasan di Rakhine serta turut aktif mendorong terciptanya perdamaian dan keamanan di Rakhine, Myanmar. (ren)